Saham BBRI Anjlok di Tengah Kenaikan Laba, Analis Rekomendasikan Ini ke Investor
JAKARTA, investortrust.id - Pada perdagangan Jumat (26/4/2024) saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus tertekan. Saham BBRI tercatat anjlok 290 poin (5,63%) ke level 4.860 pada pukul 15.14 WIB.
Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa pelemahan saham tersebut sejalan dengan kinerja laba bersih perseroan kuartal-I 2024 yang dibawah ekspektasi.
“Pertumbuhan bottom line yang dibawah ekspektasi, lalu NPL (non performing loan) juga mengalami penaikan,” jelas Nafan kepada investortrust.id, Jumat (26/4/2024).
Sebagai catatan, secara kinerja fundamental, BRI mencetak laba konsolidasi sebesar Rp15,98 triliun pada kuartal I-2024 atau naik 2,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Meskipun demikian, capaian laba bersih tersebut berada di bawah ekspektasi konsensus.
Analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer menjelaskan, performa laba bersih tersebut utamanya ditekan oleh peningkatan Credit Cost dari level 2,4% pada kuartal I-2023 dan tahun 2023 menjadi 3,8% pada kuartal I-2024.
Baca Juga
Harga Saham BBRI Masih Dalam Tekanan? Analis Beri Komentar Ini
“Jauh di atas guidance manajemen pada awal tahun yang menargetkan di kisaran 2,2%–2,3%,” jelas Miftahul pada investortrust.id, Jumat (26/4/2024).
Selain itu, dari segi operasional, kredit disalurkan juga hanya tumbuh 10,9% year on year, yang mana sedikit di bawah guidance yang disampaikan manajemen pada awal tahun yang menargetkan pertumbuhan 11%–12%. Sementara itu, non performing loan (gross) juga terlihat naik menjadi 3,11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar 2,86% dan sepanjang tahun 2023 yaitu 2,95%.
Miftahul melihat bahwa pergerakan saham BBRI saat ini masih berada dalam minor downtrend alias kecenderungan harga saham mengalami penurunan. Sehingga, ia memproyeksikan, masih ada sedikit peluang pelemahan pada saham BBRI hingga memasuki area support-nya.
Baca Juga
Raih Laba Rp15,98 Triliun Kuartal I-2024, BRI Konsisten di Jalur Pemberdayaan UMKM
Oleh sebab itu, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan kepada investor untuk wait and see terlebih dahulu.
“Terlebih lagi secara valuasi masih berada di kisaran Mean PE 10Y di level 15.12x dan Mean PBV 10Y di level 2.59x,” pungkasnya.
Sementara itu, Nafan merekomendasikan BBRI accumulate dengan target harga Rp 6.675

