Laba Capai Level Tertinggi, Dua Sekuritas Ini Rekomendasikan 'Buy' BRI (BBRI)
JAKARTA, investortrust.id – Dua sekuritas berikut mempertahankan rekomendasi beli saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), seiring dengan lompatan laba bersih perseroan hingga sesuai dengan perkiraan mereka.
Kedua sekuritas tersebut adalah Trimegah Sekuritas dan RHB Sekuritas Indonesia. Analis Trimegah Sekuritas Adi Prabowo mengatakan, realisasi laba bersih periode berjalan BRI yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 29,42 triliun pada semester I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 24,78 triliun sudah sesuai estimasi.
Baca Juga
“Realisasi tersebut merefleksikan 52,4% dari target Trimegah Skeuritas dan merefleksikan 50,4% dari perkiraan konsensus analis,” tulisnya dalam riset saham terbaru, hari ini.
Perseroan juga menunjukkan pertumbuhan kredit yang baik mencapai 8,8% dan belanja operasional terkendali dengan baik. Sedangkan memasuki semester II-2023, BBRI diprediksi kembali mencatatkan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi yang datang dari penyaluran kredit mikro, sehingga total pertumbuhan kredit tahun ini mencapai 10%.
Hal ini mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.300. Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih menjadi Rp 58,07 triliun, dibandingkan tahun lalu Rp 51,17 triliun.
Baca Juga
Melesat 18,7%, Laba BRI (BBRI) Nyaris Sentuh Rp 30 Triliun di Semester I-2023
Begitu juga dengan saham analis RHB Sekuritas Ryan Santosi dan Andrey Wijaya mengatakan, saham BBRI dipertahankan beli dengan target harga Rp 6.450. Hal ini didukung keberhasilan perseroan mempertahankan lompatan laba bersih sesuai dengan perkiraan.
“Kami memperkirakan pertumbuhan kredit perseroan akan lebih pesat lagi pada paruh kedua berkisar 10-12%, dibandingkan semester I-2023 sekitar 8,8%,” tulisnya.
RHB Sekuritas memperkirakan laba bersih BBRI bisa melesat menjadi Rp 62,88 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu hanya RP 51,17 triliun.
Laporan keuangan BRI yang dipublikasikan, Rabu (30/8/2023), menyebutkan pertumbuhan pesat laba tersebut didukung kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) senilai Rp 65,54 triliun, tumbuh 1,44% (yoy) daru periode sama tahun lalu Rp 64,61 triliun.
Baca Juga
Laba Sesuai Estimasi, Saham BRI (BBRI) Direkomendasikan 'Buy'
Kenaikan laba bersih juga disumbangkan pertumbuhan penyaluran kredit BRI Group pada paruh pertama 2023. Secara konsolidasi, kredit dan pembiayaan yang yang dikucurkan bank yang fokus UMKM ini naik 5,54% menjadi senilai Rp 1.20 triliun.
Penyaluran kredit tersebut terutama didukung segmen UMKM mencapai Rp 1,01 triliun. Dari segmen ini, kredit skala mikro tumbuh dua digit 11,41% hingga semester I-2023. Pertumbuhan kredit mikro yang tinggi ini tak lain dikerek oleh kinerja Holding Ultramikro (UMi) yang menempatkan BRI sebagai induk, serta PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) jadi anggota.
Baca Juga

