BCA Sekuritas: Saham Sektor Perbankan Menjanjikan pada 2024
JAKARTA, investortrust.id – BCA Sekuritas memprediksi, emiten perbankan berpotensi melanjutkan kinerja positif, meski tahun 2024 penuh dengan tantangan.
Head of Research BCA Sekuritas Andre Benas menyebut, emiten perbankan berpeluang melanjutkan tren laba bersih yang tinggi seperti tahun lalu.
“Kalau saham spesifik perbankan pada 2024, dilihat secara pertumbuhan, kontribusi laba bersih sektor perbankan terhadap laba bersih emiten di Indonesia pasti berkontribusi paling besar,” kata Andre dalam sesi mini studio BCA Expoversary 2024 berjudul Economic Outlook 2024: Peluang Investasi di Tengah Gonjang Ganjing Dunia, dikutip pada Selasa (5/3/2024).
Dia mengaku tidak khawatir dengan pertumbuhan laba bersih di sektor perbankan karena prospek pertumbuhan kredit masih cukup baik. Tahun ini, bila pertumbuhan ekonomi Indonesia baik-baik saja, penyaluran kredit dipastikan masih bisa bertumbuh.
Baca Juga
Dorong Pertumbuhan Bisnis, Trisula (TRIS) Integrasi Rantai Pasok Anak Usaha
Andre menyebut, penyelenggaraan berbagai ajang, seperti BCA Expoversary 2024, yang menawarkan berbagai promo spesial dapat memberi sentimen positif terhadap saham-saham emiten perbankan.
Pada BCA Expoversary 2024, BCA memberikan penawaran menarik berupa suku bunga KPR BCA; bunga spesial kredit kendaraan bermotor; hingga program DP 0% untuk kredit kendaraan bermotor serta kredit sepeda motor BCA.
“Kalau nanti BCA mengumumkan capaian kredit BCA Expoversary 2024 sekian triliun, pasti para investor juga tahu bahwa sektor perbankan masih memiliki kinerja baik,” sambung Andre.
Baca Juga
Refinancing Utang, Ricky Putra (RICY) Lego Aset Senilai Rp 72,61 Miliar
Selain perbankan, dia menyebut beberapa sektor yang berpotensi mencatatkan kinerja positif tahun ini, seperti infrastruktur jalan tol, properti, dan menara telekomunikasi. Andre menilai, suku bunga acuan yang diproyeksi turun pada 2024 membawa angin segar untuk saham-saham yang menghuni sektor tersebut.
“Jadi kalau tahun lalu sektor kayak toll road, infrastruktur tower, dan properti itu masih underperform. Mungkin harapannya tahun ini kalau interest rate turun, sektor-sektor ini bisa perform,” jelasnya.
BCA Sekuritas menganalisis, kinerja perusahaan bidang jalan tol sudah mulai menunjukkan performa positif pada Februari 2024. Selanjutnya, sektor lain yang sensitif terhadap suku bunga, seperti komunikasi juga menunjukkan performa luar biasa.
Optimisme serupa juga disampaikan Chief Economist BCA David Sumual. Menurutnya, peluang pertumbuhan penyaluran kredit masih terbuka lebar, apalagi jika permintaan masyarakat menguat.
Menurut David, prospek ekonomi Indonesia tidak terlepas dengan kondisi ekonomi global. Kondisi ekonomi 2024 dipandang akan lebih menantang dibanding 2023. Meski demikian dia masih memperkirakan perekonomian nasional tetap akan positif tahun ini.
“Tahun ini kita masih bisa tumbuh kurang lebih 5%. Kita berharap dari sisi investasinya ada banyak faktor lain yang kita perhatikan. Kita cautiously optimistic tahun ini. Sektor konsumsi juga cukup bagus. Perilakunya di tahun ini relatif lebih baik,” ungkap David.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 19,4% (yoy) mencapai Rp 48,6 triliun sepanjang 2023. Kenaikan ini ditopang pertumbuhan kredit, peningkatan volume transaksi, dan pendanaan, serta perluasan basis nasabah. (CR-10)

