Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) Bangkit, Cetak Laba US$ 5,1 Juta
JAKARTA, Investortrust.id - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mengumumkan kinerja operasional dan keuangannya untuk periode sembilan bulan tahun 2023 dengan mencetak laba bersih sebesar US$ 5,1 juta atau setara Rp81,4 miliar dengan kurs Rp 15.946 per dolar AS. Laba yang dicetak perseroan mengalami penurunan cukup dalam jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang masih mampu mencetak laba sebesar US$ 21 juta.
Namun jika dibandingkan dengan kuartal II-2023, perseroan berhasil mengerek posisi laba menjadi positif setelah mencetak kerugian bersih sebesar US$1,1 juta pada kuartal II-2023.
“Untuk perbandingan secara kuartalan, kami mencatat laba bersih sebesar US$ 5,1 juta pada kuartal III 2023. Hal tersebut merupakan peningkatan yang luar biasa, dimana pada kuartal II perusahaan mencatat rugi bersih sebesar US$ 1,1 juta,” kata Nopri Pitoy, Direktur Keuangan ANJT dalam siaran pers, Rabu (1/11/2023).
Baca Juga
ANJT dan SUN Energy Kembangkan PLTS, Kurangi 422 Ton Emisi Karbon Tahunan
Peningkatan laba bersih terutama disebabkan oleh produksi dan penjualan yang lebih baik pada kuartal III 2023. Sehingga menghasilkan rasio marjin laba bersih (NPM) sebesar 8,2% pada kuartal III 2023, meningkat dari -1,7% pada kuartal II 2023,” jelas Nopri.
Disampaikan Nopri, hingga akhir September 2023 (9M2023), ANJT telah mencatatkan peningkatan produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 5,8% menjadi 654.997 mt dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar 619.311 mt.
"Kami memperkirakan tren positif produksi TBS akan terus berlanjut pada kuartal terakhir tahun 2023 ini. Kami juga berharap dapat mencatatkan pencapaian baru dalam produksi TBS pada tahun 2025. Hal tersebut didukung oleh kemajuan yang sangat baik atas proyek lateralisasi jalan di perkebunan Papua Barat Daya, serta produktivitas yang lebih baik dari tanaman hasil replanting di perkebunan Sumatera Utara I dan Pulau Belitung," jelasnya.
Baca Juga
Hingga 30 September 2023, ANJ mencatat kemajuan atas komitmennya dalam pengembangan perkebunan plasma masyarakat dengan mengalokasikan tambahan 716 hektare (Ha) lahan inti di perkebunan Papua Barat Daya untuk koperasi-koperasi plasma, sehingga total lahan plasma yang telah dialokasikan di perkebunan tersebut seluas 1.618 Ha.
Selain itu, pertumbuhan produksi TBS juga terjadi di dua perkebunan kami yang memasuki profil usia tanaman prima, yaitu perkebunan Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan.
Baca Juga
Anak Usaha Austindo Nusantara Jaya Sabet Penghargaan Inovasi Sistem E-TIS
Peningkatan produksi TBS tersebut mendorong pertumbuhan produksi CPO menjadi 212.221 mt sepanjang periode 9M2023, meningkat 3,9% dibandingkan capaian produksi pada periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar 204.220 mt.
Seiring pertumbuhan produksi TBS dan CPO yang positif, ANJ mencatat peningkatan volume penjualan CPO sebesar 7,9% menjadi 212.816 mt dibandingkan periode sama tahun lalu, yaitu sebesar 197.216 mt. Selain itu, ANJ juga berhasil menjual PKO sebanyak 1.049 mt yang meningkat sebesar 145,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 428 mt.

