Saham Bumi (BUMI) Terbang Usai Rancang Hapus Defisit US$ 2,35 Miliar melalui Kuasi Reorganisasi, Apa Itu?
JAKARTA, investortrust.id– Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mendadak bangkit dengan lompatan harga pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/4/2024), usai mengumumkan akan menggelar kuasi reorganisasi dengan tujuan penghapusan deficit ekuitas senilai US$ 2,35 miliar.
Berdasarkan data intraday perdagangan saham di BEI, saham BUMI melesat Rp 17 (20%) menjadi Rp 102 hingga pukul 10.14 WIB. Level tersebut menjadi harga tertinggi intraday sajam BUMI terhitung sejak pertengahan Desember 2023.
Baca Juga
Volume Penjualan Batu Bara Bumi Resources (BUMI) Naik, Bagaimana Kinerja Keuangan?
Lalu, apa itu kuasi reorganisasi? Kuasi reorganisasi dilakukan untuk membersihkan deficit dari neraca keuangan, sehingg ekuitas perseroan bisa terbebas dari minus dan akhirnya mempermudah perseroan untuk mencari fasilitas pendanaan baru hingga membuka jalan bagi investor untuk mendapatkan dividen ke depan. Kuasai reorganisasi dilakukan dengan menilai kembali aset-aset perusahaan dengan menggunakan patokan nilai wajar atau nilai pasar.
Pergerakan Harga Saham BUMI
Terkait rencana kuasi reorganisasi ini, manajemen BUMI dalam prospectus yang diterbitkan di Jakarta hari ini menyebutkan, diharapkan memberikan gambaran sesungguhnya atas kondisi keuangan perseroan terkini dan ke depan. Hal ini diharapkan membuat prseroan bisa meneruskan usaha lebih baik, tanpa dibebani deficit masa lalu.
Kuasi reorganisasi akan memperbaiki struktur ekuitas BUMI dengan menghapuskan akumulasi rugi dengan menggunakan saldo agio saham yang merupakan selisih lebih setoran modal dengan nilai nominal saham. Selain itu, dengan tak ada deficit, perseroan dapat memberikan dampak positif bagi pemegang saham, seperti pembagian dividen.
Baca Juga
Dengan kondisi keuangan tanpa deficit, manajemen BUMI melanjutkan, perseroan bisa dengan mudah memperoleh pendanaan untuk pengembangan usaha. Aksi tersebut juga bisa meningkatkan likuiditas perdagangan saham, nilai investasi bagi investor, dan nilai perseroan.
BUMI juga mengungkapkan kuasi reorganisasi ditemput setelah kinerja keuangan perusahaan grup Bakrie ini menunjukkan tren perbaikan dalam tiga tahun terakhir, meskipun harga batu bara fluktuatif. Hal ini terlihat dari kenaikan pendapatan perseroan menjadi US$ 1 ,83 miliar pada 2022, dibandingkan tahun 2021 senilai US$ 1 miliar. Adapun rata-rata laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$ 234,7 juta dalam tiga tahun terakhir.
Baca Juga
Indonesia Ingin Sukses Hilirisasi Batu Bara? Bumi Resources (BUMI) Ungkap Contoh Ini
Kuasi reorganisasi juga dilakukan setelah Bumi Resources (BUMI) merampungkan pembayaran atas keseluruhan utang berdasarkan PKPU melalui peningkatan modal tanpa HMETD senilai US$ 1,6 miliar. “Perseroan kini menjadi perusahaan yang bebas utang dan tidak lagi memiliki beban atas bunga yang dibayarkan kepada kreditur utang PKPU sejak Desember 2017,” tulisnya.
Aksi tersebut akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 30 mei 2024.

