AKRA Update Penggunaan Capex Rp 300 Miliar Tahun Ini, Termasuk Belanja Kapal!
JAKARTA, investortrust.id – Emiten bahan kimia dan distributor BBM, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menggelontorkan dana belanda modal (capita expenditure/capex) Rp 300- Rp 400 miliar di 2023.
Dana tersebut dipergunakan perseroan untuk menambah armada kapal, alat transportasi lain dan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Direktur & Corporate Secretary AKRA, Suresh Vembu mengatakan, sebagai end-to-end supply chain distributor, pihaknya harus selalu melakukan investasi di armada kapal dan truk.
Baca Juga
Dirut AKRA Haryanto Adikoesoemo Borong Saham, Nilainya Segini
Dikatakan, Perseroan sebelumnya sudah memiliki 13 kapal dan di minggu ini akan menambah satu armada kapal dan truk. Kini, total armada kapal yang dimiliki AKRA berjumlah 14 unit.
“Dan dalam waktu 2 sampai 3 bulan lagi kita tambah satu lagi kapal, dengan itu armada kapal yang kita miliki di tahun 2024 sudah mencapai 15 kapal,” urainya saat Konferensi Pers Public Expose Live 2023, Selasa, (28/11/2023).
Suresh menjelaskan, jenis kapal yang dimiliki digunakan untuk transportasi kimia dasar dan BBM dengan kapasitas antara 500-15.000 kiloliter. Kapal-kapal tersebut membawa barang dari prinsipal sampai ke-18 terminal yang ada tersebar di seluruh Indonesia.
‘’Selain itu, kapal kami gunakan untuk kelancaran supply dari terminal menuju kepada pelanggan batu bara, pertambangan, dan perkebunan,’’ urainya.
Baca Juga
Cakra Buana (CBRE) Belanja Kapal Raksasa Rp 204,10 Miliar dari Pinjaman Bank
Terkait pengembangan penjualan titel BBM, AKRA berencana membangun membangun 40 hingga 50 SPBU lagi.
Terkait kinerja, Suresh menyebut, Perseroan berhasil menunjukkan performa keuangan yang kuat selama periode Januari – September 2023. Diantaranya membukukan pertumbuhan laba neto 9% yoy menjadi Rp 1,71 triliun.
Kemudian terjadi peningkatan komitmen pemesanan lahan, sebagai kontribusi dari segmen Kawasan Industri terhadap laba bruto (mencakup penjualan lahan Industri, pendapatan sewa dan utilitas) mencapai 16% dari pendapatan konsolidasi, lebih tinggi dibandingkan dengan 5% pada per September 2023.
‘’Kami juga berhasil mencapai posisi neraca yang kuat dengan total aset Rp 28,81 triliun miliar per 30 September 2023 dengan posisi utang yang rendah,’’ ujarnya.
Pada periode tersebut, posisi kas tercatat Rp 6,8 triliun atau 22% dari total aset. Net gearing ratio tercatat pada -0,17 kali, atau mengindikasikan posisi net cash dan total ekuitas Perseroan sebesar Rp 13,10 triliun atau 45% dari total aset. (CR-5)

