Telkom (TLKM) Konfirmasi Abdee Slank Mundur dari Kursi Komisaris untuk Dukung Ganjar - Mahfud
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) resmi mengkonformasi pengunduran diri Abdi Negara Nurdin atau Abdee Slank sebagai Komisaris Independen Perseroan.
Vice President Investor Relations PT Telkom Indonesia Tbk Dewi Simatupang mengatakan, Abdi yang merupakan salah satu personel bank Slank tersebut mengajukan pengunduran diri sebagai Komisaris Independen Telkom pada tanggal 19 Januari 2024.
“Dalam surat pengunduran diri tersebut, disampaikan alasan pengunduran diri adalah sehubungan dengan rencana yang bersangkutan untuk mendukung salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden pada pemilihan umum Republik Indonesia Tahun 2024,’’ urai Dewi dikutip dari laporan keterbukaan informasi melalui laman Bursa Efek Indonesia, Senin (22/01/2024) malam.
Baca Juga
Fase Bullish Berlanjut, Pantau Saham AMRT, PANI, TBIG dan PTRO
Lebih lanjut, Manajemen Telkom memastikan pengunduran diri Abdi Negara tidak memiliki dampak material terhadap kelangsungan usaha Perseroan.
Selanjutnya Perseroan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan kaitannya dengan surat pengunduran diri yang diajukan oleh Abdi Negara Nurdin sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Jika pengunduran diri Abdi Negara Nurdin telah berlaku efektif, maka jumlah Anggota Dewan Komisaris Perseroan berkurang menjadi 9 orang dengan komposisi 3 orang Komisaris Independen dan 6 orang bukan merupakan Komisaris Independen,’’ kata Dewi.
Baca Juga
Berjajar Rencana Ekspansi, Begini Target Terbaru Saham Telkom (TLKM)
Maka dari Telkom menyimpulkan, Perseroan masih memenuhi batas minimum Komisaris Independen sebagaimana diatur dalam ketentuan pasar modal karena masih melebihi 30% dari total Anggota Dewan Komisaris.
Sebagaimana diketahui, Abdee Slank memutuskan menjadi salah satu anggota tim sukses pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md pada Pilpres 2024.
Gitaris ini diangkat sebagai komisaris independen melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkom pada 28 Mei 2021 oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

