Pertumbuhan Laba AKR Corporindo (AKRA) Diprediksi Berlanjut, Berikut Faktor Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diprediksi mampu untuk mempertahankan pertumbuhan laba bersih, meskipun pendapatan diprediksi kembali lanjutkan penurunan tahun 2024. Proyeksi pertumbuhan laba tersebut merefleksikan kenaikan luas lahan industri yang terjual.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan mengatakan, pertumbuhan laba bersih AKRA diprediksi berlanjut, apabila perseroan mampu untuk mencetak target penjualan lahan industri mencapai 133 hektare tahun 2024, dibandingkan estimasi BRI Danareksa Sekuritas hanya 100 hektare.
“Kami memperkirakan penjualan lahan industri anak usahanya JIIPE masih menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan laba perseroan tahun ini, sehingga kami mempertahankan rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 2.000,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, beberapa hari lalu.
Baca Juga
Laba AKR Corporindo (AKRA) Tumbuh 24,16% Jadi Rp 3,07 Triliun saat Pendapatan Turun
Berdasarkan catatan perseroan penjualan lahan industri bertumbuh dua kali lipat tahun lalu menjadi 91 hektare, dibandingkan tahun 2022 seluas 44 ha. Lompatan tersebut menjadikan kinerja keuangan perseroan tetap bertumbuh, meskipun segmen bisnis distribusi dan penjualan bahan bakar minyak dan bahan kimia cenderung stagnan.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa peningkatan penjualan lahan industri menjadikan gross margin perseroan bertahan menjadi 5,2% menjadi Rp 4,4 triliun. Sedangkan margin keuntungan penjualan maupun distribusi BBM relatif stagnan, kecuali kuartal akhir 2023 meningkat signifikan.
“Kami mempertahankan pertumbuhan konservatif segmen bisnis penjualan penjualan bahan bakar untuk B2B tahun ini, seiring dengan penurunan aktivitas pertambangan akibat persetujuan RKAB yang berjalan lambat,” terangnya.
Baca Juga
Gelontorkan Rp 73,52 Miliar, Pengendali Lagi-lagi Borong Saham AKR Corporindo (AKRA)
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih AKRA menjadi Rp 2,82 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 2,78 tirliun. Sebaliknya pendapatan diprediksi turun dari Rp 42,08 triliun menjadi Rp 34,54 triliun pada 2024.
Tahun lalu, AKRA mengungkapkan kenaikan laba bersih tahun berjalan melesat menjadi Rp 3,07 triliun tahun 2023. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebanyak 24,16% secara year on year (yoy) dari tahun 2022 sebesar Rp 2,47 triliun.
Pertumbuhan laba tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan yang justru turun 11,47% menjadi Rp 42,08 triliun tahun buku 2023, dibandingkan perolehan tahun 2022 sebesar Rp 47,53 triliun.
Baca Juga
Tambah Armada, AKR Corporindo (AKRA) Tambah Modal Anak Usaha
Meski pendapatan turun, perseoran berhasil menekan beban pokok penjualan dari Rp 43,28 triliun menjadi Rp 37,61 triliun pada tahun 2023. Alhasil laba kotor yang dicatatkan mencapai Rp 4,47 triliun tahun 2023, naik sebesar 5,19% yoy dari Rp 4,25 triliun tahun 2022.
Sedangkan laba usaha tercatat mencapai Rp 3,56 triliun tahun 2023, naik dibanding tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp 3,08 triliun.Perolehan laba bersih tahun mendongkrak posisi laba per saham menjadi Rp 140,87 per 31 Desember 2023 dari Rp 121,77 per 31 Desember 2022.
Adapun total aset sebesar Rp 30,25 triliun per 31 Desember 2023, tumbuh sebesar 11,28% yoy dari Rp 27,18 triliun per 31 Desember 2022. Meski begitu total liabilitas naik menjadi Rp 16,21 triliun pada tahun 2023 dari Rp 14,03 triliun per akhir tahun 2022.
Estimasi Kinerja Keuangan AKRA

