Melesat 87%, ICTS Jasa Prima (KARW) Ungkap Kelanjutan Perubahan Pengendali
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW) berhasil melesat lebih dari 87% terhitung sejak pengendali mengumumkan akan menjual sebanyak 80,19% sahamnya kepada PT Saranakelola Investa.
Sementara itu manajemen KARW dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/2/2024) menyebutkan bahwa Saranakelola Investa selaku pengendali baru akan menggelar penawaran tender wajib (tender offer) saham public pad 15 Maret-16 April 2024.
Baca Juga
Pengendali Teken CSPA Penjualan 80,19% saham ICTSI Jasa Prima (KARW)
ICTSI Far East Ltd sebelumnya telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) sebanyak 80,19% saham KARW kepada PT Saranakelola Investa pada 22 Januar 2024. Berdasarkan data registrasi pemegang saham perseroan, ICTSI Far East menggenggam sebanyak 80,19% saham KARW.
Penyelesaian rencana pengambilalihan saham ini tergantung pada pemenuhan persyaratan penjualan dan pemblei sebagaimana diatur dalam CSPA. Apabila syarat-syarat dalam CSPA terpenuhi, maka pembeli akan menjadi pengendali baru perseroan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham KARW telah melesat dari level penutupan Rp 54 pada 23 Januari menjadi Rp 101 pada penutupan sesi I hari ini atau telah terjadi lompatan harga 87%.
Corsec KARW Inessa Anjani mengatakan, perubahan pemegang saham pengendali membuat Saranakelola Investa akan menggelar mandatory tender offer atau penawaran wajib tender saham public KARW.
Baca Juga
“Penawaran tender akan dilakukan Saranakelola Investa pada 15 Maret hingga 16 April 2024. Sedangkan tanggal akhir pembayaran ditetapkan pada 26 April 2024,” tulisnya dalam penjelasan resminya di BEI, Senin (12/2/2024).
Namun demikian manajemen belum mengungkap nilai tender offer tersebut, termasuk nilai penjualan sebanyak 80,19% saham KARW tersebut. Yang jelas SKI bertujuan mengakuisisi mayoritas saham KARW untuk pengembagnan usaha dan memperluas jaringan usaha serta memperkuat posisi bisnis Saranakelola Investa di industry transportasi laut dan pelabuhan ke depan.
Saranakelola Investa juga disebut tidak berniat membawa KARW delisting dari BEI, termasuk melakukan likuidasi terhadap perseroan setelah menjadi pengendali baru KARW ke depan.

