Laba Melesat, Astra (ASII) Berencana Tebar Dividen Final Rp 421 per Saham
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra International Tbk (ASII) akan membagikan dividen final sebesar Rp 421 per saham atas perolehan kinerja tahun buku 2023.
Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondro, menjelaskan, dividen final sebesar Rp 421 per saham akan diusulkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan pada bulan April 2024.
Dividen final yang akan diusulkan tersebut, bersama dengan dividen interim sebesar Rp 98 per saham, yang dibagikan pada bulan Oktober 2023, akan menjadikan total dividen yang diusulkan untuk tahun 2023 menjadi Rp 519 per saham, dengan rasio pembayaran dividen sebesar 62% dari perolehan laba bersih tahun 2023.
Baca Juga
Tumbuh 16,91%, Astra International (ASII) Cetak Laba Rp 33,83 Triliun
“Rasio tersebut lebih tinggi dari rata-rata rasio pembayaran dividen historis Perseroan,” urai Djony dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (27/02/2024).
Dikatakan, usulan Direksi atas dividen final tersebut didasarkan pada kinerja yang sangat baik dan harga batu bara yang masih tinggi pada paruh pertama tahun 2023, yang mencerminkan pemulihan yang terus berlanjut pascapandemi, yang memungkinkan Perseroan untuk mengembalikan sebagian excess capital kepada pemegang saham.
“Perseroan tetap yakin dengan potensi pertumbuhan jangka panjang dan kapasitas neracanya untuk terus melakukan investasi guna mendukung prioritas strategisnya,” imbuhnya.
Baca Juga
Ini Target Terbaru Saham Astra (ASII) Usai Masuknya BYD di Pasar Otomotif RI
Sepanjang tahun 2023, Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 34 triliun, tumbuh 12% dibanding tahun sebelumnya.
Laba bersih tersebut tidak termasuk penyesuaian nilai wajar atas investasi Grup di GoTo dan Hermina. Jika penyesuaian nilai wajar tersebut diperhitungkan, maka laba bersih Grup Astra meningkat 17% menjadi Rp 33,8 triliun.
“Kenaikan laba bersih ini merefleksikan peningkatan kinerja dari hampir seluruh divisi bisnis Grup, terutama bisnis otomotif dan jasa keuangan,” urai Djony.
Pertumbuhan laba bersih 2023, disokong oleh pendapatan bersih konsolidasian grup, di mana pada tahun 2023 mencapai Rp 316,6 triliun, meningkat 5% dibandingkan dengan tahun lalu.
Sementara nilai aset bersih per saham pada 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp 4.907, meningkat 3% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2022.
“Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup Astra, mencapai Rp 29 miliar pada 31 Desember 2023, dibandingkan dengan Rp 35,1 triliun pada 31 Desember 2022,” urainya.
Selain dividen yang lebih tinggi yang dibagikan pada bulan April 2023, belanja modal dan investasi konsolidasian Grup Astra pada tahun 2023 meningkat dua kali lipat menjadi Rp 45,9 triliun, terutama disebabkan oleh investasi PT United Tractors Tbk (UT) di sektor nikel dan energi terbarukan sebagai bagian dari rencana transisinya.
UT juga mengeluarkan belanja modal yang lebih tinggi untuk penggantian alat berat pascapandemi sejalan dengan peningkatan aktivitas bisnisnya. Utang bersih anak perusahaan Grup Astra di divisi jasa keuangan meningkat menjadi Rp 52,2 triliun pada 31 Desember 2023, dari Rp 44,5 triliun pada akhir tahun 2022, sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit sepeda motor.
“Grup mencatatkan pencapaian kinerja tertinggi pada tahun 2023, didukung oleh pemulihan penjualan sepeda motor dan pertumbuhan bisnis pembiayaan konsumen. Grup tetap menunjukkan resiliensi dengan diversifikasi portofolio bisnisnya, meskipun harga komoditas turun dan kondisi perekonomian melemah pada semester kedua. Jika kedua kondisi ini masih berlanjut, kami mengantisipasi terjadinya penurunan siklus pertumbuhan di tahun 2024. Namun demikian, kami yakin bahwa Grup berada pada posisi yang baik untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang, melalui penguatan bisnis inti kami serta investasi baru yang mendukung prioritas strategis kami," urai Djony.

