Indosat (ISAT) Alihkan Bisnis Data Center Bernilai Rp 2,65 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) mengalihkan aset data center senilai Rp 2,65 triliun kepada anak usahanya PT Starone Mitra Telekomunikasi (SMT). Pengalihan ini bertujuan untuk pengembangan bisnis pusat data tersebut ke depan.
Perseroan juga menyewakan ruangan pusat data yang berada di 46 lokasi kepada SMT dengan total transaksi Rp 12,04 miliar.
Baca Juga
Indosat bersama dengan anak usahanya PT Aplikanusa Lintasarta bertindak sebagai pemegang 25% saham dan sisanya dikuasai BDX Asia Data Center Holdings Pte Ltd (BDX). Pengalihan aset ke SMT dilakukan melalui transaksi jual beli langsung yang telah ditandatangani pada 18 Desember 2023.
BDX merupakan penyedia pusat data, colocation, dan solusi hybrid cloud terkemuka di Asia-Pasifik dan didirikan pada 2011. Saat ini, perusahaan yang berpusat di Singapura ini memfokuskan investasi pada pusat-pusat data dan infrastruktur digital lainnya yang berhubungan dengan kegiatan usahanya.
“Dengan memiliki tambahan bisnis pusat data dalam beberapa lokasi pusat data baru di Indonesia, SMT diharapkan dapat mengembangkan bisnisnya dan memperoleh manfaat besar. Dengan memiliki 25% kepemilikan saham di SMT, perseroan akan mendapatkan nilai tambah dalam jangka panjang,” tulis penjelasan resmi perseroan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Resmi Akuisisi Pelanggan MNC Play Rp 876,86 Miliar
Sebelumya, SMT awalnya merupakan perusahaan yang seluruh sahamnya dikuasai Indosat sebanyak 70% bersama dengan Lintasarta mencapai 30%. Namun kemudian sebanyak 75% saham dilepas kepadaBDX Asia Data Center Holdings sejak tahun lalu.
Dengan menjual 75% saham SMT, ISAT memperoleh dana senilai US$227,5 juta yang dibayarkan bertahap pada waktu 5 tahun. Sejumlah US$187,5 juta atau setara Rp2,7 triliun dibayarkan pada tanggal efektif penjualan saham, atau diasumsikan telah dibayar pada 30 April 2022.

