OJK Optimistis Investor Asing Ramaikan Pasar Modal Lagi
JAKARTA, Investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis investor asing mulai meramaikan pasar modal Indonesia lagi. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisaris OJK Mahendra Siregar pada Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Investor luar negeri atau non-residence mulai kembali ke pasar keuangan emerging market sebagai nett buyers,” ujar Mahendra di Main Hall BEI, Selasa (2/1/2024).
Merujuk data statistik BEI, nilai perdagangan investor asing sepanjang 2023 mengambil porsi 37% atau Rp 6.188,13 triliun dari total perdagangan, sisanya ditransaksikan oleh investor domestik sekitar 63%. Sedangkan sampai penutupan perdagangan BEI 29 Desember 2023, investor asing tercatat melakukan nett buy sebanyak Rp 3.448 triliun, lebih tinggi dari nett sell Rp 2.575 triliun.
Baca Juga
Dorong Pengembangan Pasar Modal, Wapres Ma’ruf Amin Beri Tiga Arahan Ini
“Apresiasi kami atas kerja sama, dukungan, dan apresiasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sektor jasa keuangan. Khususnya mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia di tengah tantangan ekonomi global yang nampaknya akan tetap menjadi semakin tinggi dan challenging,” sambung Mahendra dalam kesempatan yang sama.
Di tengah tensi geopolitik yang terus meningkat dan prospek pertumbuhan ekonomi global yang melambat, dia menyebut beberapa indikator ekonomi global mulai menunjukkan sedikit perbaikan.
Sebut saja seperti tingkat inflasi di negara-negara maju yang menurun, sekalipun masih jauh di atas target bank sentral mereka. Sentimen di pasaran keuangan juga dipercaya cenderung positif, didukung harapan berakhirnya kenaikan suku bunga global.
Baca Juga
Wapres RI Ma’ruf Amin: Pasar Modal Indonesia Mampu Berkinerja Lebih Cerah di 2024
Optimisme juga turut dipengaruhi peluncuran berbagai insentif di China. Perkembangan-perkembangan ini mendorong penguatan pasar keuangan global dan juga penurunan volatilitas di pasar saham, surat utang, maupun nilai tukar.
Pada 2023, kinerja pasar modal Indonesia mencatatkan sejumlah kinerja, antara lain per 29 Desember 2023 pada penutupan perdagangan 2023 IHSG ditutup pada posisi 7.272,8 atau tumbuh 6,16% dibandingkan tahun sebelumnya. (CR-10)

