Rating Utang Spindo (ISSP) idA, Diyakini Mampu Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
JAKARTA, investortrust.id – Peringkat utang PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk atau Spindo (ISSP) mendapat predikat idA dengan outlook stabil untuk periode 4 January – 11 April 2024.
Peringkat utang terbaru produsen pipa baja ini disematkan Pefindo untuk Obligasi Berkelanjutan II 2023 Tahap I Seri A PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk senilai Rp 37,9 miliar.
Pefindo juga menegaskan peringkat idA(sy) untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan II 2023 Tahap I Seri A senilai Rp 3 miliar yang diterbikan ISSP. Surat utang ini akan jatuh tempo pada 11 April 2024.
Baca Juga
Nilai Ekspor Bulanan Batu Bara dan CPO Naik, Besi dan Baja Rontok
‘’ISSP akan melunasi utang jatuh tempo tersebut menggunakan dana internal,’’ ulas Pengumuman Pefindo yang dikutip, Jumat (5/1/2024).
Sebagai catatan, efek utang dengan peringkat idA mengindikasikan bahwa kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia, adalah kuat.
Walaupun demikian, kemampuan emiten mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan emiten yang peringkatnya lebih tinggi.
Keyakinan Pefindo terhadap kemampuan ISSP melunasi kewajibannya dilatari perolehan kinerja per 30 September 2023.
Baca Juga
Pefindo Prediksi Pertumbuhan Ekonomi di 2024 di Kisaran 4,8%-5,2%
Dalam periode tersebut ISSP tercatat memiliki saldo kas sebesar Rp 70,2 miliar dan EBITDA sebesar Rp 638,7 miliar.
Sebagai catatan, ISSP didirikan pada tahun 1971 dan merupakan perusahaan manufaktur yang fokus pada produksi berbagai produk terkait baja seperti pipa dan pelat.
Per 30 September 2023, pemegang sahamnya terdiri dari PT Cakra Bhakti Para Putra (55,9%), DBS Bank Ltd (6,96%), dan publik (34,91%).

