Tingkatkan Kualitas Saham Listing, Dirut BEI Iman Rachman Paparkan Skenario Ini
JAKARTA, Investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan sejumlah langkah untuk menyaring banyak emiten berkualitas masuk bursa. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan investor saham ke depan.
“Pertama-tama saat menjabat sebagai direksi BEI, kami kualitas emiten yang masuk bursa menjadi perhatian kami, karena memang hal tersebut bertujuan untuk menjaga kepercayaan investor bertransaksi,” terang Dirut BEI Iman Rachmansaat gathering dengan pemimpin redaksi media massa nasional di Jakarta, Rabu malam, (4/10/2023).
Baca Juga
Kelola Dana Jaminan Rp 7,4 Triliun, KPEI Terus Berupaya Ciptakan Efisiensi Transaksi
Gathering media tersebut dihadiri pimpinan BEI, KPEI, KSEI, dan dibuka langsung Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, dan Pemeriksaan Khusus OJK Djustini Septiana.
Berdasarkan pengamatan, dia melanjutkan, penyaringan awal emiten berkualitas dilakukan saat mengajukan listing. Oleh karena itu, emiten yang berniat listing saham diminta untuk membuat research report untuk dinilai BEI dan OJK.
“Dari 66 emiten perusahaan yang listing hingga ini setara dengan 70% dari jumlah emiten yang mengajukan listing. Artinya sebanyak 30% perusahaan yang berniat listing tidak disetujui dengan alasan suistainibilitas,” terangnya.
Kalo harga saham saat listing naik hingga kemahalan, terang dia, memang itu adalah mekanisme pasar supply dan demand, tapi kalua baru listing tiba-tiba likuidasi itu menjadi masalah. Underwriter IPO saham juga diminta ikut bertanggung jawab.
Baca Juga
Sebulan Auto Rejection Simetris, BEI: Transaksi Harian Saham Naik Jadi Rp 10,5 T
Sedangkan saat sudah masuk bursa, dia mengatakan, BEI melakukan pengawasan secara optimal, seperti menerapkan suspensi bagi saham-saham yang tiba-tiba melesat dan turun. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan pemodal dalam bertransaksi.
“Kita sadar bahwa ada 11 juta investor dan terdiri atas 5 juta investor saham. Jangan sampai investor tersebut kapok bertransaksi di pasar modal ke depan,” terangnya.
Luncurkan Derivatif
Iman mengatakan, BEI juga menerapkan solusi bagi pemodal yang harga sahamnya sedang jatuh melalui pasar derivatif. Saat harga saham turun, investor bisa menggunakan derivatif sebagai hedging, bukan spekulasi.
BEI sebelumnya sudah meluncurkan waran terstruktur sebagai derivative dengan nilai transaksi terus meningkat. Tahun depan, dia mengatakan, BEI akan memperkenalkan single stock future .
Baca Juga
“Mudah-mudahan derivative ini bisa diluncurkan pada kuartal I-2024. Single stock future akan menjadi alat hedging maupun alternatif investasi bagi investor,” terangnya.

