Terkait Kabar XL (EXCL) Jajaki Akuisisi FREN, Seberapa Urgen?
JAKARTA, investortrust.id – Kabar PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengakuisisi PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dinilai tidak mendesak, seiring dengan masih besarnya spektrum XL . Perseroan juga tercatat sebagai unit usaha dengan kontribusi besar terhadap grup Axiata.
Trimegah Sekuritas menilai bahwa tidak ada alasan mendesak bagi PT XL Axiata Tbk (EXCL) untuk mengakuisisi PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Sebaliknya FREN sangat membutuhkan mitra kerja untuk menarik perseroan ke luar dari stagnasi pertumbuhan dan kerugian yang terus berlanjut.
Baca Juga
Hingga September, Laba XL Axiata (EXCL) Capai Rp 1,01 Triliun
Analis Trimegah Sekuritas Sabrina dan Richardson Raymond mengatakan, EXCL merupakan investasi mendasar bagi Axiata, karena perusahaan tersebut menyumbang hampir 38,9% terhadap total pendapatan grup Axiata hingga semester I-2023. EBITDA EXCL juga berkontribusi sebanyak 42,1% terhadap EBITDA Axiata grup sepanjang semester tersebut.
“Melihat tangka tersebut, EXCL memiliki peran penting terhadap grup Axiata, sehingga kecil kemungkinan Axiata mendivestasi bisnisnya di Indonesia,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Keinginan mendesak merger bagi EXCL juga tidak terlihat dari sisi kebutuhan spektrum. Apalagi pemerintah tengah menggelar lelang spektrum 700 MHZ pada semester I-2024 dan tingkat pemanfaatkan spektrum perseroan masih rendah mencapai 60%.
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Akuisisi Fiber Optik 967,1 Km, Nilainya Segini
Sebaliknya bagi Smartfren, Trimegh Sekuritas menyebutkan, keinginan merger terlihat sangat kuat dipicu lesunya perkembangan usaha yang ditunjukkan pendapatan yang stagnan, ARPU yang rendah di bawah Rp 25 ribu, dan berlanjutnya rugi bersih.
“Bermitra dengan operator telekomunikasi besar seperti XL, Smartfren akan terbantu dalam penetapan strategi harga dan efisiensi biaya. Meski demikian berbagai langkah perbaikan masih terus dilakukan oleh XL,” ternagnya.
Terkait dampak positif akuisisi Link Net, Trimegah Sekuritas menyebutkan, belum berimbas positif terhadap perseroan, apalagi di tengah penurunan performa Link Net. Namun dampak tersebut kemungkinan mulai terlihat setelah konsolidasi dituntaskan usai penyelesaian akuisisi.
Baca Juga
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham EXCL dengan target harga Rp 2.900. Target harga tersebut mempertimbangkan outlook jangka panjang perseroan yang baik terutama tuntasnya akuisisi Link Net.
Trimegah Sekuritas menargetkan kenaikan laba inti perseroan menjadi Rp 1,70 triliun tahun 2024, dibandingkan perkiraan tahun ini Rp 1,09 triliun. Begitu juga dengan pendapatan dirpediksi melesat dari estimasi tahun ini Rp 32,04 triliun menjadi Rp 34,34 triliun tahun depan.
Estimasi Kinerja Keuangan EXCL
Sumber: Trimegah Sekuritas

