Manajemen EXCL Bicara soal Kabar Rencana Akuisisi Grup Salim Pasca Merger dengan FREN
JAKARTA, investortrust.id - Manajemen PT XL Axiata Tbk (EXCL) angkat bicara terkait kabar rencana akuisisi saham oleh Grup Salim setelah penggabungan usaha atau merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) rampung.
Group Head Corporate Communications XL Axiata Reza Mirza mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan tanggapannya terkait dengan informasi tersebut lantaran menjadi ranah dari pemegang saham.
“Maaf itu ranahnya pemegang saham. Kita tidak bisa memberikan tanggapan untuk ini,” katanya ketika dihubungi oleh Investortrust pada Rabu (28/8/2024).
Baca Juga
Grup Salim Dikabarkan Berminat Akuisisi Operator Seluler Hasil Merger XL Axiata-Smartfren
Saat ini, menurut Reza proses uji tuntas masih berlangsung. Dia belum bisa memastikan kapan proses uji tuntas tersebut akan rampung.
Proses uji tuntas sendiri tidak hanya mencakup proses uji tuntas hukum, akan tetapi mencakup hal-hal lain yang ingin dinilai seperti keuangan dan perpajakan perusahaan.
Hal yang sama sebelumnya juga disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) Smartfren Merza Fachys. Dia mengungkapkan bahwa proses uji tuntas terkait merger XL Axiata dan Smartfren masih berlangsung hingga saat ini.
"Due dilligence (uji tuntas) masih berlangsung," katanya ketika dihubungi oleh Investortrust pada Kamis (15/8/2024).
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) XL Axiata dan Smartfren belum menyampaikan informasi terbaru terkait dengan proses mergernya, termasuk soal rencana masuknya Grup Salim.
Informasi yang disampaikan masih sebatas pada kesepakatan yang tidak mengikat atau non-binding
“Sampai sekarang kami belum menerima update terkait rencana merger tersebut,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kemenkominfo Ismail kepada Investortrust, Rabu (28/8/2024).
Baca Juga
Mengutip dari DealStreetAsia, Kamis (15/8/2024), seorang sumber mengatakan bahwa Grup Salim sudah menyatakan minatnya untuk mengakuisisi saham operator seluler hasil merger XL Axiata dan Smartfren.
Credit Lyonnais Securities Asia (CLSA) menyatakan bahwa minat Grup Salim untuk mengakuisisi operator seluler hasil merger XL Axiata dan Smartfren tidaklah mengejutkan. Sebab, Grup Salim sudah masuk ke industri telekomunikasi melalui PLDT Inc. yang tak lain adalah operator telekomunikasi terbesar di Filipina.
Grup Salim memegang kepemilikan saham PLDT dengan persentase 25,6% melalui perusahaan investasi First Pacific Company Limited. Perusahaan yang berbasis di Hong Kong itu merupakan perusahaan induk sejumlah perusahaan yang utamanya beroperasi di Asia Tenggara.
Grup Salim juga terbilang aktif dalam transaksi merger dan akuisisi selama setahun terakhir. Seperti diketahui, konglomerasi yang didirikan oleh mendiang Sudono Salim itu telah mengakuisisi PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) yang merupakan induk dari sejumlah perusahaan infrastruktur dan Rex Mineral Ltd, perusahaan tambang mineral yang berbasis di Australia.
CLSA yang merupakan bagian dari CL Securities Taiwan Company Limited (CLST), berkomentar bahwa penunjukan penjamin emisi (underwriter) telah meningkatkan peluang transaksi merger yang nilainya mencapai US$ 3,45 miliar itu untuk terus berlanjut. XL Axiata menunjuk Citigroup sebagai penjamin emisi, sementara Smartfren menunjuk Commerce International Merchant Bankers Berhad (CIMB) Group.

