Samuel Aset Manajemen Bidik AUM Rp 17 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Samuel Aset Manajemen membidik dana kelolaan (asset under management/AUM) pada 2024 sekitar Rp 17,3 triliun, tumbuh 20% dibanding tahun ini yang mencapai Rp 14,4 triliun.
Menurut Presiden Direktur Samuel, Agus B Yanuar, target pertumbuhan AUM yang dipatok perseroan sudah memperhitungkan kondisi ekonomi domestik dan global yang masih diliputi ketidakpastian, namun menununjukkan tanda-tanda pemulihan.
“Kami optimistis target itu bisa dicapai,” kata Agus Yanuar kepada investortrust.id usai acaraInvestment Manager Awards 2023 yang diselenggarakan investortrust.id dan Infovesta di Jakarta, Kamis (21/09/2023) malam.
Sebanyak 31 MI dianugerahi penghargaan MI Terbaik 2023. Samuel Aset Manajemen meraih dua penghargaan sekaligus, yaitu peringkat ke-2 kategori saham USD periode 1 tahun dan peringkat ke-2 reksa dana pendapatan tetap IDR periode 5 tahun.
Baca Juga
Agus Yanuar mengungkapkan, target AUM yang dibidik Samuel Aset Manajemen tahun depan relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Total AUM Samuel Aset Manajemen yang saat ini mencapai Rp 14,4 triliun terdiri atas reksa dana dan kontrak pengelolaan dana (KPD) atau discretionary fund.
“Itu angka per Agustus 2023. AUM kami sempat mencapai Rp 23 triliun, tapi karena ada beberapa produk yang sudah jatuh tempo, kemudian dibubarkan, jumlahnya menjadi Rp 14,4 triliun,” papar dia.
Dia menambahkan, target pertumbuhan 20% AUM tahun depan berasal dari kinerja produk (produk existing), produk baru, dan tambahan investor baru.
Baca Juga
AUM Samuel Aset Manajemen, menurut Agus, didominasi reksa dana saham dengan porsi 60%. Sejak berdiri 26 tahun silam, Samuel Manajemen fokus ke reksa dana saham dan reksa dana campuran. Namun, dalam beberapa waktu ke belakang, perseroan juga mengelola reksa dana pendapatan tetap (fixed income) seiring meningkatnya animo investor karena kinerjanya menjanjikan.
“Reksa dana saham kami lebih bersifat alpha, artinya selisih dengan batch satu lebih tinggi karena mengambil beberapa saham dari mid cap dan small cap sebagai penambah. Tentu core-nya adalah saham blue chips dan big caps,” papar dia. (CR-1)

