Estimasi Kinerja Ultrajaya Milk (ULTJ) Dipangkas, Tapi Sahamnya masih Menggiurkan
JAKARTA, investortrust.id – PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ) diprediksi masih menghadapi tantangan di tengah berlanjutnya penurunan permintaan susu olahan. Sedangkan penurunan biaya bahan baku susu diharapkan menjadi sentiment positif terhadap perseroan.
Tantangan permintaan pasar mendorong Trimegah Sekuritas untuk merevisi turun target kinerja keuangan ULTJ tahun 2023-2025. Proyeksi laba bersih tahun 2023 direvisi turun dari Rp 1,48 triliun menjadi Rp 1,32 triliun. Begitu juga dengan perkiraan laba bersih perseroan tahun 2024 direvisi turun dari Rp 1,54 triliun menjadi Rp 1,48 triliun.
Baca Juga
Kekayaan Prajogo Pangestu Melesat Jadi US$ 48,1 Miliar Usai Empat Sahamnya Melambung
“Mengingat realisasi pertumbuhan kinerja perseroan hingga kuartal III-2023 di bawah perkiraan dan pendapatan yang lebih rendah pada kuartal IV setiap tahun mendorong kami untuk merevisi turun target kinerja tersebut,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Revisi turun target laba bersih tersebut juga mempertimbangkan tren kenaikan biaya promosi dan iklan perseroan pada kuartal IV-2023 berpotensi memicu pelemahan laba bersih perseroan pada kuartal terakhir tahun ini, dibandingkan kuartal III-2023.
Trimegah Sekuritas menyebutkan bahwa revisi turun target kinerja keuangan ULTJ pada 2023-2025 juga mengisyaratkan tingkat pertumbuhan permintaan pasar kembali normal berkisar 10%, dibandingkan selama masa Covid-19 di atas angka tersebut.
Baca Juga
10 Saham Ini Terbang Sepekan, Ada PYFA hingga Saham Emiten Prajogo Pangestu (CUAN)
Hingga kuartal III-2023, perseroan mencetak kenaikan laba bersih sebanyak 12% dari Rp 835 miliar menjadi Rp 939 miliar hingga September 2023. Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan dari Rp 5,67 triliun menjadi Rp 6,11 triliun.
“Realisasi laba bersih tersebut di bawah perkiraan kami, tetapi sejalan dengan konsensus analis. Raihan laba tersebut merefleksikan 69% dari target kami dan 79% dari konsensus anlalis,” tulis analis Trimegah Sekuritas Ignatius Samon dan Haribertus Ariando dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Meski demikian Trimegah Sekuritas memberikan pandangan positif terahadap kinerja keuangan perseroan dari sisi peluang kenaikan margin keuntungan, seiring dengan proyeksi penurunan harga bahan baku susu olahan dan gula. Sentimen positif juga datang dari berjalannya efisiensi operasional.
Baca Juga
Sentimen positif lainnya adalah keberhasilan perseroan mempertahankan kenaikan penjualan, meskipun penjualan industri susu olahan cenderung melambat tahun ini. Hal tersebut berimbas terhadap peningkatan pangsa pasar ULTJ.
Perseroan juga didukung tren kenaikan margin keutungan setelah diterapkan kenaikan rata-rata harga jual sekitar 1-3% pada Oktober dan November.
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekurtias untuk merevisi turun target saham ULTJ dari Rp 2.900 menjadi Rp 2.600 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut merefleksikan perkiraan PE thaun 2024 sekitar 20 kali.
Sumber: Trimegah Sekuritas

