BLTZ Lunasi Utang Rp 175 Miliar, Siasat Gali Lubang Tutup Lubang?
JAKARTA, investortrust.id – Emiten pengelola bioskop CGV, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) melunasi utang dalam denominasi Won Korea Selatan kepada The Export-Import Bank of Korea (Kexim) sebesar KRW 15 miliar, atau sekitar Rp 175,62 miliar (kurs Rp 11.708 per KRW).
Sekretaris Perusahaan PT Graha Layar Prima Tbk, Park Seong Ho, mengatakan, pelunasan utang sebesar KRW 15 miliar ditandatangani pada 7 Desember 2023.
‘’Tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau keberlangsungan usaha Perseroan atas pelaksanaan transaksi tersebut di atas,’’ papar Park Seong Ho dalam keterbukaan informasi yang dilansir pada laman BEI, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga
BEI Buka Kembali Perdagangan Saham BLTZ, Pantau Pergerakannya
Sebelumnya, BLTZ tercatat meraih fasilitas kredit senilai Rp 160 miliar dari PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP). Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membayar utang.
Manajemen BLTZ menyebutkan fasilitas pinjaman tersebut telah ditandatangani pada 1 Desember 2023. Sedangkan jangka waktu pinjaman satu tahun atau sampai Desember 2024.
“Fasilitas pinjaman tersebut digaransi CJ CGV Co Ltd selaku pemegang saham pengendali pengendali,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Senin (4/12/2023).
Baca Juga
Saham Garaha Layar (BLTZ) Disuspensi, Manajemen Beri Penjelasan Ini
Fasilitas pinjaman tersebut bertujuan untuk pengambialihan utang dari The Export Import Bank of Korea (KEXIM).
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/12/2023), saham BLTZ tercatat bertengger pada level Rp 2.710, turun 3,56% dari harga penutupana pasar saham kemarin. Sedangkan secara year to date sejak Januari 2023, saham ini tercatat mengalami penurunan sebesar 8,75%.

