Deretan Saham Dipimpin MEDC Melesat, Saat Kabar Israel Lancarkan Serangan Balasan ke Iran
JAKARTA, investortrust.id – Deretan saham ini justru torehkan cuan saat Israel dikabarkan lancarkan serangan balasan ke Iran hari ini. Berita tersebut telah memicu penurunan indeks bursa saham global, termasuk indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I Jumat (19/4/2025), tapi tidak dengan beberapa saham berikut.
Serangan balasan tersebut telah memicu harga sejumlah komoditas melesat, seperti minyak sempat melambung mendekati level US$ 85 per barel, meski akhirnya penguatan hanya mencapai 2,07% menjadi US$ 84,4 per barel siang ini.
Baca Juga
Israel Serang Balik Iran, Bagaimana Skenario Ekonomi Pemerintah Hadapi Eskalasi Konflik?
Begitu juga dengan harga emas dunia sempat melesat lebih dari US$ 2.405 per ounce tadi pagi, meski akhirnya penguatan berangsur-angsur turun menjadi US$ 2397 per ounce.
Data BEI menunjukkan sejumlah saham minyak gas (migas) langsung melesat hingga akhir sesi I, seperti saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat Rp 80 (5,33%) menjadi Rp 1.580 dan saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menguat Rp 6 (2,78%) menjadi Rp 222. Penguatan juga melanda saham PT Elnusa Tbk (ELSA) sebanyak 3,03% menjadi Rp 408.
Baca Juga
Dulu Jadi Pilihan Investor, Kini Pergerakan Saham UNVR, ASII, dan TLKM kian Merana
Selain saham migas, penguatan ikut melanda saham komoditas pertambangan mineral, seperti saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 1,09% menjadi Rp 2.790, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik sebanyak 1,16% menjadi Rp 1.745, PT Arci Indonesia Tbk (ARCI) menguat 0,59% menjadi Rp 342, dan saham PT Timah Tbk (TINS) naik 1% menjadi Rp 1.010.
Stockbit Sekuritas dalam komentar pasar pagi ini menyebutkan bahwa kenaikan harga minyak ini membawa sentimen positif jangka pendek bagi produsen minyak, seperti saham MEDC dan ENRG. Begitu juga dengan saham emiten emas, seperti ARCI, BRMS, MDKA, PSAB, ANTM, dan SQMI.
Selain produsen migas, beberapa emiten yang berpotensi terdampak positif dari tingginya harga minyak adalah emiten oil service, seperti ELSA, WINS, LEAD. “Jika tensi geopolitik di Timur Tengah terus meningkat, harga emas dan minyak berpotensi diperdagangkan pada level yang lebih tinggi,” tulisnya.
Baca Juga
Adapun, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (19/4/2024), ditutup amblas 103,71 poin (1,45%) menjadi 7.063,10. Penurunan tersebut sejalan dengan koreksi seluruh indeks bursa saham global dan Asia.
Penurunan dalam indeks tersebut sejalan dengan terkoreksinya seluruh indeks bursa saham dunia, seperti indeks Nikkei anjlok sebanyak 943 poin, Hong Kong indeks turun 208 poin, dan Strait Times melemah hingga 18 poin. Sedangkan Dow Futures, Nasdaq Futures, dan S&P500 Futures ikut anjlok lebih dari 1% pagi ini.

