Bank Mandiri (BMRI) Tetapkan Dividen Rp 33,03 Triliun, Pemerintah Akan Kebagian Segini
JAKARTA, investortrust.id – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menetapkan dividen tahun buku 2023 senilai Rp 33,03 triliun. Angka tersebut setara dengan rasio dividen 60% dari raihan laba tahun lalu Rp 55,06 triliun.
Pemerintah selaku pengendali dengan kepemilikan 52% saham BMRI akan kebagian dividen Rp 17,17 triliun. Nilai dividen tersebut sesuai dengan keputusan RUPTS perseroan yang digelar di Jakarta, Kamis (7/3/2024).
Baca Juga
CGS CIMB Sekuritas: Saham BMRI dan BBRI Pilihan Utama Investor Asing
Dividen tersebut sama dengan dengan rasio dividen tahun buku 2022 mencapai 60%. Saat itu, perseroan meraup laba bersih Rp 41,1 triliun, sehingga total dividen sebanyak Rp 24,7 triliun atau setara dengan Rp 529,34 per saham.
Sedangkan nilai dividen tahun buku 2023 mencapai Rp 353,95 per saham. Angka tersebut lebih rendah dari tahun lalu, karena BMRI telah melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2.
Baca Juga
Percepat Pemerataan Ekonomi, BMRI Salurkan Kredit Infrastruktur Rp 301,77 Triliun
RUPST juga memutuskan sisa laba bersih tahun lalu mencapai Rp 22,02 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan.
Tahun lalu, BMRI mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 55,06 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 41,60 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningaktan pendapatan bunga dan syariah dari Rp 112,38 triliun menjadi Rp 132,54 triliun.

