United Tractors (UNTR) Kucurkan Pinjaman ke Anak Usaha US$ 30 Juta
JAKARTA, investortrust.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) mengucurkan pinjaman kepada anak usahanya PT Multi Prima Universal (MPU) senilai US$ 30 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk belanja modal dan modal kerja.
Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K Loebis mengatakan, pinjaman tersebut terdiri atas Tranche A senilai US$ 25 juta dalam bentuk term loan dan Tranche B senilai US$ 5 juta dalam bentuk revolving.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Sokong Modal Danusa Tambang Nusantara, Nilainya Jumbo
“Pinjaman tersebut dikenakan bunga term SOFR ditambah 2% per tahun. Sedangkan pinjaman Tranhe A berjangka waktu maksimal tiga tahun sejak penarikan terakhir dan Tranche B maksimal tiga bulan sejak periode ketersediaan dana,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Rabu (3/1/2023).
Berdasarkan data UNTR bertindak sebagai pemegang saham langsung dan tidak langsung MPU. Perseroan merupakan pemegang 49,99% MPU dan perseroan melalui PT Pamersada Nusantara mengendalikan 50,01% saham MPU.
Sebelumnya, UOB Kay Hian Sekuritas dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa prospek kinerja keuangan dan saham UNTR memasuki masa sulit menjelang tahun 2024. Hal ini dipicu harga komoditas yang cenderung turun dan segmen konstruksi diperkirakan melandai.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Tambah Akuisisi Saham Supreme Energy menjadi Rp 804,01 Miliar
UOB Kay Hian Sekuritas menyebutkan bahwa kondisi tersebut berpotensi menekan penjulan alat berat perseroan sebanyak 25% tahun ini. “Kami juga melihat bahwa jasa kontraktor penambangan batu bara akan berkontraksi tahun depan akibat penurunan harga batu bara di level di bawah harga sebelum pandemi,” analis UOB Kay Hian Sekuritas Stevanus Djuanda dalam riset terakhirnya.
Penjualan alat berat Komatsu diprediksi turun mencapai 25% menjadi sekitar 3.600- 4.000 unit tahun 2024. Angka tersebut jauh dibandingkan perkiraan volume penjualan Komatsu tahun ini berkisat 5.300-5.400 unit.
Sedangkan sentimen positif perseroan, terang dia, diharapkan datang dari proyeksi peningkatan volume produksi emas dari perkiraan sebanyak 175 ribu tahun ini menjadi 235 ribu oz pada 2024.

