Gara-gara Ini, Target Harga Saham BSD (BSDE) Menggiurkan
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) atau BSD layak dicermati dengan potensi penguatan harga menggiurkan ke depan. Peluang kenaikan harga saahm tersebut didukung performa keuangan dan penjualan properti hingga semester I-2023.
Baca Juga
Gelontorkan Rp 837,69 Miliar, Paraga Tambah Saham di BSD (BSDE)
Analis Panin Sekuritas Aqil Triyadi mengatakan, beberapa hal membut saham BSDE layak dilirik, seperti keberhasilan perseroan mencetak lonjakan kinerja keuangan sampai Juni 2023. Pendapatan melesat 41,6% menjadi Rp 3,5 triliun sampai Juni 2023 dan laba bersih mencapai 159% menjadi Rp 1,2 triliun.
“Raihan laba tersebut sesuai dengan estimasi kami atau merefleksikan 43,9% dan konsensus analis 46,1%. Dalam lima tahun terakhir, semester I berkontribusi sekitar 42,8% terhadap laba bersih tahunan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Rekomendasi beli saham BSDE juga didukung keberhasilan perseroan mencapai penjualan marketing (marketing sales) senilai Rp 4,8 triliun pada semester I-2023 atau melesat 3%.
Baca Juga
Perseroan juga terbantu setelah diresmikannya jalan tol Serpong-Balaraja seksi 1A pada September 2022 yang bisa menambah sumber pendapatan perseroan. BSD juga akan diuntungkan dengan akses menuju kwasan pengembangan perseroan lebih banyak, sehingga menjadu daya tarik konsumen.
Target haga tersebut, terang dia, juga menggambarkan permintaan properti kelas atas hingga menengah masih kuat. Hal terlihat dari terjualnnya produk mahal BSD berharga Rp 18-54 miliar. Peningkatan ini didukung commodity boom yang berimbas terhadap peningkatan permintaan properti perseroan.
Baca Juga
Perhatian! ARA dan ARB Saham hingga 35% Berlaku mulai Hari Ini
Berbagai faktor tersebut mendorong Panin Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham BSDE dengan target harga Rp 1.430. Target harga tersebut mempertimbangkan kinerja bertumbuh lebih pesat pada paruh kedua tahun ini, neraca keuangan yang kuat, dan net gearing lebih rendah.
Target harga tersebut mempertimbangkan target kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 2,51 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 2,43 triliun. Pendapatan perseroan juga diprediksi naik dari Rp 10,23 triliun menjadi Rp 10,44 triliun.

