Gara-gara Saham Emiten Prajogo Pangestu, IHSG Anjlok Dalam
JAKARTA, investortrust.id – Akibat penurunan dalam saham emiten Prajogo Pangestu, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/2/2024), anjlok 73,71 poin (1,01%) menjadi 7.223,96.
Penurunan saham emiten Prajogo tersebut dipicu atas dikeluarkannya saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dari MSCI Small Cap Index terhitung 12 Februari. Penurunan juga dipicu atas tak jadinya masuk saham PT Chandra Astri Petrochemical Tbk (TPIA) dalam perhitungan indeks MCI seperti yang diprediksi sejumlah analis.
Baca Juga
Bitcoin Tembus US$ 50.000, Tertinggi dalam Dua Tahun Terakhir
Berdasarkan data, saham TPIA anjlok Rp 840 (16,47%) menjadi Rp 4.260, saham CUAN melemah hingga auto reject bawah (ARB) Rp 725 (9,93%) menjadi Rp 6.575, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terpangkas Rp 300 (5,50%) menjadi Rp 5.150, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun Rp 45 (4,43%) menjadi Rp 970.
Head of Investment Information Mirae Asset Martha Christina mengatakan, penurunan saham emiten Prajogo Pangestu sebagai pemicu utama koreksi IHSG pada sesi I hari in. “Penurunan saham emiten Prajogo sangat berpengaruh terhadap IHSG, karena BREN dan TPIA tercatat sebagai emiten dengan top 10 market cap. Sedangkan BRPT dan CUAN masuk dalam 20 besar market cap di BEI,” ujarnya kepada investortrust.id di Jakarta, Selasa (13/2/2024).
Baca Juga
Laba Lampaui Estimasi, Sejumlah Sekuritas Ini Pasang Rekomendasi 'Buy' Saham BTN (BBTN)
Sedangkan faktor utama pemicu penurunan saham emiten Prajogo, erang dia, dipengaruhi atas keluarnya saham CUAN dari perhitungan MSCI index. Sedangkan saham TPIA tak jadi masuk dalam perhitungan. Selain itu, koreksi dipicu aksi ambil untung pemodal terhadap beberapa saham menjelang pencoblosan besok.
Berdasarkan data BEI, beberapa sektor saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham sektor material dasar melemah 1,48%, sektor properti 0,94%, sektor infrastruktur 0,85%, sektor teknologi 0,79%, dan sektor keuangan 0,71%. Sebaliknya penguatan hanya melanda saham sektor transportasi mencapai 0,65% dan sektor energi naik tipis 0,01%.

