Ssstt...! BNI Sekuritas Tangani IPO Jumbo US$ 500 Juta
JAKARTA, investortrust.id - BNI Sekuritas sedang menangani penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebuah perusahaan ekstraksi dengan nilai emisi US$ 500 juta. Dalam IPO bernilai jumbo itu, BNI Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter).
"Bakal ada satu perusahaan ekstraksi yang melakukan IPO tahun depan. Nilainya kira-kira US$ 500 juta," kata Presiden Direktur BNI Sekuritas, Agung Prabowo saat ditemui di sela-sela acara BNI-Investor Daily Summit 2023 di Jakarta, Rabu (25/10/2023).
Kendati demikian, Agung belum bersedia membocorkan nama perusahaan tersebut. Ia juga belum bisa mengonfirmasi apakah ada perusahaan lain yang akan dibawa BNI Sekuritas untuk melangsungkan IPO tahun depan.
"Untuk tahun 2024, terus terang saja saya nggak punya datanya (berapa perusahaan yang akan dibawa IPO) di dalam benak saya," tutur Agung Prabowo
Dia mengaku hanya ingat satu perusahaan ekstraksi karena nilai emisinya cukup besar, yakni US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,5 triliun (dengan krus Rp 15.000 per dolar AS). "Mungkin US$ 500-an juta. Itu salah satunya, itu yang saya tahu," ujar dia.
Agung Prabowo mengungkapkan, IPO terbesar yang ditangani BNI Sekuritas tahun ini berasal dari PT Barito Renewables Energy (BREN) dengan nilai Rp 3,13 triliun. Perusahaan milik milik konglomerat Prajogo Pangestu itu menggelar IPO awal Oktober dan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober 2023.
"IPO terbesar kelihatannya sudah selesai. IPO-nya Barito Renewables Energy. Yang besar lagi akhir tahun tidak ada. Mudah-mudahan tahun depan ada yang besar lagi," ujar dia.(CR-8)

