Israel Serang Balik Iran, Harga Emas Antam Pecah Rekor Rp 1,34 Juta per Gram
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas logam mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam kembali naik Rp 10.000 per gram pada perdagangan Jumat (19/4/2024). Harga emas Antam kini menjadi Rp 1.345.000 per gram.
Alhasil harga ini menjadi rekor baru bagi Antam. Sementara harga pembelian kembali alias buyback juga naik Rp 10.000 menjadi Rp 1.240.000 per gram.
Kian kemilaunya harga emas Antam didorong nilai tukar rupiah yang ada di kisaran Rp 16.300 per US$. Hal itu membuat harga emas Antam jadi semakin mahal. Singkatya, harga emas dunia naik, plus kurs rupiah yang melemah mendorong harga emas Antam makin mahal.
Menilik riset Monex, Jumat (19/4/2024), harga emas melesat sekitar US$ 40 atau 400 pip ke kisaran US$ 2.417 per troy ons pada perdagangan sesi Asia Jumat. Penyebabnya, dilaporkan terjadi ledakan di Iran meski belum terkonfirmasi.
Baca Juga
Melansir CNBC yang mengutip media lokal, ledakan dilaporkan terjadi di dekat bandara. Hal tersebut memicu kekhawatiran akan perang yang semakin besar terjadi antara Iran dan Israel. Jika itu terjadi dampaknya bisa sangat besar apalagi misalnya sampai memicu kenaikan harga minyak mentah. Inflasi akan semakin sulit turun, sehingga suku bunga tinggi bisa ditahan lebih lama lagi.
Dalam kondisi tersebut, daya tarik emas yang menyandang status safe haven menjadi meningkat. Di sisi lain, bank sentral masih terus melakukan pembelian emas. Bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) pada awal bulan ini merilis laporan yang menunjukkan pembelian Gold dalam 17 bulan beruntun.
Kepemilikan emas sebagai cadangan devisa dilaporkan naik 0,2% pada bulan lalu menjadi 72,74 juta troy ons. PBoC masih terus memborong Gold saat harganya menyentuh rekor tertinggi pada bulan lalu.
Ada dua alasan utama bank sentral dunia terus memborong emas, yakni harganya yang biasanya naik saat terjadi krisis dan statusnya sebagai aset store of value dalam jangka panjang.
Pembelian emas oleh bank sentral ini menjadi modal kuat emas sehingga harganya melesat di tahun ini.Kekhawatiran konflik tersebut juga membuat indeks saham Asia anjlok begitu juga di pasar futures (berjangka). Nikkei futures tercatat anjlok hingga 935 indeks poin ke 36.805 yang merupakan level terendah sejak 9 Februari lalu.

