Presiden Jokowi ke Tiongkok Bicarakan Mobil Listrik, Apa Harapan Pengusaha Nikel?
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Jokowi bertolak menuju Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (27/07/2023). Kunjungan kerja Presiden RI tersebut untuk memenuhi undangan dari Presiden RRT Xi Jinping, sekaligus memperingati sepuluh tahun kemitraan strategis komprehensif kedua negara. Presiden Jokowi akan membicarakan mengenai mobil listrik yang menjadi proyek unggulan nasional dan proyek-proyek strategis Indonesia-RRT. Lalu, apa harapan pengusaha nikel kita yang telah menanam modal hingga puluhan triliun rupiah?
“Kami sangat apresiasi usaha Pak Presiden Jokowi dan Pemerintah Indonesia dalam membangun ekosistem industri EV dan industri EV battery di Indonesia. Sebelumnya juga kan Pak Jokowi telah berkunjung ke Australia untuk hal yang sama. Kami berharap agar kunjungan ini bisa membawa dampak positif yang lebih besar buat Indonesia, sehingga Indonesia bisa menjadi salah satu negara kunci/utama (key country) dalam ekosistem industry EV dan EV battery di dunia,” kata Direktur Utama PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Roy Arman Arfandy kepada Investortrust.id, Kamis (27/07/2023).
Sementara itu, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (27/07/2023), Presiden Jokowi menyampaikan juga akan bertemu sejumlah CEO perusahaan ternama Tiongkok. Tercatat, banyak perusahaan dan investor RRT telah menanamkan investasi di hilirisasi nikel, termasuk untuk membuat bahan baku baterai mobil listrik. Mereka juga bermitra dengan pengusaha Indonesia dan melakukan transfer teknologi. RRT tercatat merupakan pasar mobil listrik terbesar di dunia, dengan penjualan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Indonesia kini telah mulai memproduksi bahan baku baterai listrik yang memiliki masa depan cerah, seiring banyak negara maju telah menjadwalkan penghentian penjualan mobil baru berbahan bakar fosil mulai sekitar tahun 2030. Langkah Uni Eropa mempercepat pencapaian net zero emmission ke tahun 2050 juga mendorong melesatnya penjualan mobil listrik berbasis baterai listrik (BEV) di berbagai negara.
Berikut adalah video keterangan Presiden RI. (Sumber: Sekretariat Presiden).

