Manuver Erajaya (ERAA), Suntik Modal JV Ini lewat Perusahaan Singapura
JAKARTA, investortrust.id – Emiten ritel ponsel dan gadget, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) sedang gencar melakukan manuver bisnis melalui anak-anak usahanya, termasuk yang berbasis di Singapura.
Diketahui, pada penghujung tahun 2023, ERAA menyuntik modal PT Teknologi Belanja Digital (TBD) melalui anak usahanya Eraspace Pte. Ltd. (ES).
ES merupakan perusahaan terafiliasi oleh Perseroan dengan status kepemilikan tidak langsung melalui Erajaya Holding Pte. Ltd Singapura sebesar 65%.
Baca Juga
IHSG Diprediksi ke Level 7.526, Simak Strategi Investasi dan Saham Pilihan 2024
Sedangkan TBD adalah perusahaan joint venture (JV) terafiliasi Perseroan dengan kepemilikan tidak langsung melalui ES sebesar 51%.
Saat ini, TBD bergerak dalam bidang portal web, platform digital, pengembangan perangkat lunak, aplikasi e-commerce di Indonesia.
Dengan begitu suntikan modal ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi yang berada di bawah kendali ERAA.
Head of Legal & Corporate Secretary, Amelia Allen, menjelaskan, suntukan modal dilakukan dengan mengeksekusi sebanyak 1.020 lembar saham baru TBD oleh ES, dengan nilai nominal Rp 1 juta per lembar saham, sehingga total nilai nominal yang dikeluarkan oleh TBD adalah Rp 1,02 miliar yang diambil oleh ES.
‘’Total keseluruhan nilai dalam transaksi ini sebesar Rp 2 miliar yang seluruhnya diambil bagian rata sesuai dengan kepemilikan saham oleh ES sebesar 51% dan Pemegang Saham Lainnya sebanyak 49% dalam penyertaan peningkatan modal ini,’’ urai Amel dikutip dari keterbukaan informasi, Minggu (31/12/2023).
Baca Juga
Erajaya (ERAA) Pertebal Modal Anak Usaha Jadi Rp 399,59 miliar
Lebih lanjut dikatakan, transaksi TBD yang dilakukan oleh Perseroan melalui ES bersumber dari Internal kas ES.
Dengan penyetoran tersebut, maka modal ditempatkan dan modal disetor TBD yang semula Rp 10,10 miliar meningkat menjadi Rp 12,10 miliar. ES sendiri mempertahankan persentasi kepemilikannya sebesar 51% di TBD melalui suntikan modal tersebut.
Adapun performa kinerja ERAA sendiri terpantau mengalami penurunan di kuartal III-2023, dengan hanya meraup laba bersih Rp 494,83 miliar, anjlok 27% dari episode sama tahun sebelumnya Rp 680,28 miliar.
Alhasil laba per saham turun menjadi Rp 31,35 dari posisi sama tahun sebelumnya senilai Rp 42,84.
Kendati laba turun, penjualan bersih ERAA justru meningkat 22% menjadi Rp 38,33 triliun, dibanding Rp 34,94 triliun di kuartal III-2022. Kenaikan beban pokok penjualan serta beban lainnya menjadi faktor tergerusnya laba bersih Perseroan.

