Meski Pendapatan Melesat, Sigma Energy (SICO) Justru Cetak Penurunan Laba
JAKARTA, investortrust.id – PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) berhasil mencatatkan penurunan tipis laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari Rp 11,30 miliar menjadi Rp 10,51 miliar. Penurunan tersebut menjadikan laba bersih per saham turun dari Rp 12,42 menjadi Rp 11,56.
Manajemen SICO dalam rilis laporan kinerja keuangan tahun 2023 menyebutkan bahwa penurunan laba tersebut berbanding terbalik dengan lompatan pendapatan dari Rp 78,17 miliar menjadi Rp 100,07 miliar.
Baca Juga
Sigma Energy (SICO) Tebar Dividen Interim, Cek Tanggal Penting Ini
Hanya saja kenaikan pendapatan tersebut belum berdampak besar akibat pertumbuhan beban pokok pendapatan yang lebih tinggi dari Rp 43,50 miliar menjadi Rp 65,74 miliar pada 2023. Hal ini memicu laba bruto turun tipis dari Rp 34,66 miliar menjadi Rp 34,33 miliar.
Perseroan juga mencatatkan penurunan laba usaha dari Rp 14,32 miliar menjadi Rp 13,83 miliar. Sedangkan laba tahun berjalan menjadi Rp 11,61 miliar tahun 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 11,37 miliar didukung kenaikan pendapatan lain-lain.
Sedangkan total aset SICO tahun lalu berhasil terkerek naik menjadi Rp 138,47 miliar, dibandingkan periode sama tahun 2022 senilai Rp 135,96 miliar. Kewajiban perseroan turun dari Rp 26,53 miliar menjadi Rp 21,13 miliar.
Baca Juga
Usai Rugi Bertahun-tahun, Bank Banten (BEKS) Akhirnya Torehkan Laba
SICO merupakan perusahaan perusahaan service company fokus di bidang kompresor untuk menjawab isu strategis zero routine flaring dengan menggabungkan teknologi mini gas compressor yang memiliki ketepatan dalam lingkup kerja.
Bertindak sebagai pengendali SICO adalah PT Sigma Energy Utama sebanyak 63,29% dan Patricia Gitta Chandra dengan kepemilikan 6,35%. Sisanya sebanyak 30,36% dikuasai pemegang saham public.

