IHSG Cenderung Mixed, Hindari Tiga Saham Ini
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), kamis (19/10/2023), diprediksi bergerak mixed dengan rentang pergerakan support 6.895 dan resistance 6.973. Hal ini didasarkan Analisa teknikal indeks sedang membentuk pattern double top.
Baca Juga
Yield Obligasi AS Melonjak, Tiga Indeks Utama Wall Street di Zona Merah
IHSG kemarin ditutup melemah 11,71 poin (0,71%) menjadi 6.927,91. Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) jumbo bernilai Rp 1,57 triliun di seluruh pasar.Net sell terbanyak melanda saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 490,44 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 442,57 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 239,39 miliar.
Sedangkan bursa saham Wall Street kemarin ditutup anlok dengan penurunan terdalam melanda indeks teknologi Nasdaq dengan penurunan 1,62%, indeks S&P500 melemah 1,34%, dan Dow Jones melemah hingga 0,98%.
Baca Juga
Jangkau 107,5 Juta Nasabah Mikro, BRI Targetkan Kontribusi 65,4% pada Inklusi Keuangan
Meski IHSG cenderung bergerak mixed, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi trading buy atas ketiga saham berikut untuk hari ini, yaitu saham ESSA dengan perkiraan pergerakan Rp 660 – 865, ADRO dengan rentang pergerakan Rp 2.550 – 3.100, dan saham INKP dalam rentang gerak Rp 9.600 – 11.850.
Adapun tiga saham berikut direkomendasikan sell oleh BRI Danareksa Sekuritas. Ketiga saham tersebut adalah LSIP dengan perkiraan pergerakan elvel Rp 874 – 1.015, saham TOWR dengan perkiraan pergerakan Rp 870 – 975, dan saham AALI dengan proyeksi pergerakan Rp 6.400 – 7.550.

