Investor Asing di SBN Tinggal 14%, Ini Dampaknya terhadap Pasar
BOGOR, investortrust.id – Kepemilikan investor asing di pasar surat berharga negara (SBN) kini tinggal sekitar 14%. Padahal, beberapa tahun silam, kepemilikan asing di pasar SBN mencapai 40-45%.
Menurut Direktur Utama PT Trimegah Asset Management (Trimegah), Antony Dirga, hal tersebut merupakan imbas crowding out effect atau dampak yang ditimbulkan oleh kebijakan pemerintah yang ekspansif di pasar obligasi sehingga menyedot dana investor di perbankan dan pasar keuangan.
Baca Juga
Dana Asing Keluar dari SBN, Makin Deras Masuk Saham Rp 1,24 Triliun
“Kepemilikan investor asing di SBN sekarang kurang dari 15%, jauh lebih sedikit dari beberapa tahun lalu yang masih 40-45%,” tutur Antony Dirga dalam focus group discussion (FGD) "Berpacu Menuju AUM Rp 1.000 Triliun" yang digelar investortrust.id di Jakarta, Jumat (08/03/2024).
Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), per 6 Maret 2024, kepemilikan investor asing di SBN mencapai Rp 830,24 triliun atau 14,35% dari total SBN.
Antony Dirga menjelaskan, saat kepemilikan investor asing di SBN masih tinggi, pasar SBN kerap bergejolak (volatile). Setelah investor domestik sangat dominan, pasar SBN lebih stabil.
Baca Juga
Investasi Mulai Rp 1 Juta, Cek Jadwal Penerbitan SBN Ritel Tahun 2024
“Keuntungan bagi kita adalah pasar bond (obligasi) kita lebih stabil dan lebih swasembada. Boleh dibilang investor asing yang memegang SBN mungkin sebagian besar adalah bank-bank sentral yang notabene bukan trader. Mereka investor jangka panjang,” papar Antony.

