Cek Rekomendasi Saham Hari Ini, TKIM, BBNI, AMRT, dan HRUM
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi melemah, dengan pergerakan di range 7.100-7.197. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, antara lain TKIM, BBNI, AMRT, HRUM, dan ULTJ.
“IHSG pada perdagangan Rabu, 17 April 2024, bergerak konsolidasi namun berakhir di zona merah dengan pelemahan 0,47% ke level 7.130. Pelemahan ini juga diikuti oleh aksi net sell asing sebesar Rp 470.67 miliar, dengan 5 saham yang paling banyak dijual yaitu UNVR, TLKM, BBRI, BMRI, dan ASII,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Kamis (18/4/2024).
| Saham-saham yang direkomendasikan oleh analis teknikal untuk perdagangan hari ini, Kamis (18/4/2024). Sumber: InvestasiKu. |
Baca Juga
Hubungan Dagang AS-China Memanas, UE Siapkan Langkah Antisipatif
Ia mengatakan, pelemahan indeks harga saham itu sejalan dengan aksi jual yang terjadi pada bursa regional, dan kembali melemahnya nilai tukar rupiah meskipun pelemahan rupiah mulai terbatas.
Reversal, Harga Komoditas Melemah
Secara sektoral, dari 11 sektor yang ada seluruhnya mencatatkan pelemahan. Adapun sektor yang melemah paling signifikan yaitu bahan baku, teknologi, dan transportasi masing-masing 2.48%, 2.42%, dan 1.13%.
Baca Juga
Emas Batangan Antam Parkir di Rp 1.321.000 per Gram Rabu Pagi
Pelemahan sektor bahan baku sejalan dengan reversal harga pada komoditas bahan baku setelah penguatan signifikan beberapa hari terakhir.
Bursa Global
Sementara itu, di pasar global, bursa saham Amerika Serikat melemah dan Eropa rebound pada Rabu lalu waktu setempat. Pelaku pasar masih merespons negatif komentar hawkish Ketua Dewan Gubernur The Fed Jerome Powell pada hari lalu.
Hari ini, anggota Dewan Gubernur The Fed, Loretta Mester menyatakan perlu lebih banyak waktu guna mengevaluasi kondisi inflasi, untuk dapat memangkas suku bunga. Meski demikian, ia menyampaikan optimismenya bahwa inflasi akan mereda di tahun ini.
"Sentimen ini direspons pasar dengan aksi jual pada saham teknologi serta produsen semi konduktor (chip). Selain itu, pasar juga masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, setelah AS dan sekutunya sedang merencanakan sanksi baru terhadap Iran akibat serangannya di
pekan lalu ke Israel," ucapnya.
Di Eropa, bursa saham bergerak konsolidasi menguat, setelah rilis data inflasi Eropa periode Maret 2024 kembali turun ke level 2,4% (konsensus 2.4%, previous 2,6%). Angka ini semakin dekat dengan target Bank Sentral Eropa (ECB) inflasi di 2%.

