Venteny Fortuna (VTNY) Akuisisi 30% Saham Perusahaan Fintech Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) mengakuisisi sebanyak 30% saham PT Digitalisasi Perangkat Indonesia (DPI). Total dana yang digelontorkan mencapai Rp 40,11 miliar.
DPI adalah perusahaan holding financial technology (Fintech) terintegrasi yang menyediakan lingkungan dan layanan perbankan digitallengkap, termasuk digitalisasi pedesaan, aktivitas pendanaan/pembiayaan (melalui P2P Lending), e-Money, dan transfer dana (melalui e-Money).
Sekretaris Perusahaan Venteny Zasa Pinkan Kinanti menyebutkan bahwa transaksi tersebut menjadikan susunan pemegang saham DPI berubah menjadi PT Surya Fajar Capial Tbk (SFAN) tetap bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 51,95% saham. Sedangkan perseroan menjadi pemegang saham tebesar kedua dengan kepemilikan 30% saham DPI.
Baca Juga
PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) Cetak Pertumbuhan Pendapatan 125%
“Dengan akuisisi ini, perseroan dapat menyempurnakan ekosistem digital pada VENTENY Employee Super App, sehingga bisa mendukung operasional perseroan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan,” tulis Zasa Pinkan dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin.
Sebelumnya, SBI Holdings Inc telah menambah kepemilikan saham di Venteny Fortuna (VTNY) dengan mebeli sebanyak 11,42 juta saham. Aksi tambah saham dari perusahaan asal Jepang ini sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
Aksi tersebut menjadikan total saham VTNY yang dikuasai SBI Holding secara langsung bertambah dari 0,59% saham menjadi 0,78%. SBI Holdings juga bertindak sebagai pemegang sebanyak 9,88% VTNY secara tidak langsung melalui Fintech Business Innovationg LPS.
“SBI Holdings menambah sebanyak 11,42 juta saham VTNY dengan rata-rata harga pelaksanaan Rp 227 per saham,” tulis penjelasan resmi Zasa Pinkan.
Baca Juga
Grup Keuangan Besar Asal Jepang Ini Tambah Saham di Venteny Fortuna (VTNY)
Hingga kuartal III-2023, VTNY mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebanyak 125% menjadi Rp 100 miliar. Laba bersih melesat 57% menjadi Rp 6,7 miliar.
Founder dan Group CEO emiten berkode VTNY Jun Waide mengatakan, kenaikan ini didorong pertumbuhan pendapatan layanan keuangan business-to-business (B2B), yaitu sebesar 59% dari total pendapatan. Perseroan juga telah berhasil menyalurkan pendanaan aktif senilai Rp 1 triliun dari Januari hingga September 2023.

