Ini Proyeksi dan Target Saham Mitratel (MTEL) Setelah Rilis Kinerja Kuartal III
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Dayamintra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) mendapat rating beli dari sejumlah analis, seiring solidnya kinerja keuangan anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut.
Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia salah satu yang menyematkan rating beli untuk MTEL, dengan target harga Rp 875 per saham. “Target ini merefleksikan EV/EBITDA 11,4 kali,” kata Analis PT Samuel Sekuritas, Yosua Zisokhi dan Daniel Widjaja dalam riset yang diterbitkan, Kamis (2/11/2023).
Sebagai catatan, Earnings Before Interest Taxes and Depreciation (EBITDA) MTEL per kuartal III-2023 tumbuh 14% year on year (YoY), angka tersebut berkontribusi terhadap kinerja EBITDA MTEL periode Januari-September yang naik sebesar 74,9% YoY, dengan EBITDA margin 80,6%. “Performa EBITDA inline dengan target kami, namun sedikit lebih rendah dari konsensus,” urainya.
Baca Juga
Kuatnya performa EBITDA dibantu oleh tambahan 986 penyewaan sepanjang kuartal III-2023 (373 unit B2S, 614 unit kolokasi), sehingga per September, perusahaan telah memiliki 55.704 tenant, dengan tenancy ratio baru sebesar 1,50 kali.
Adapun posisi laba bersih dinilai lebih rendah dari target Samuel Sekuritas dan konsensus (68,3% target Samuel dan 67,7% target konsensus tahun 2023). “Hal ini disebabkan kenaikan beban finansial sebesar 36,1% YoY,” ujarnya.
Terkait prospek, Samuel menilai kinerja MTEL akan didukung oleh pendapatan dari bisnis di luar Telkom Group, terutama ISAT dan EXCL yang masing-masing tumbuh 37,7% YoY dan 40,4% YoY di kuartal III-2023.
“Kami meyakini non-Telkom Group akan menjadi penopang pertumbuhan revenue MTEL dalam jangka panjang, didukung tenancy ratio yang masih rendah di level 1,5 kali, yang membuka potensi kolokasi tertutama di luar Pulau Jawa. Hal ini senada dengan yang terjadi saat ini, di mana pertumbuhan tenant terbesar terjadi di wilayah Bali, Kalimantan, dan Sulawesi yang menyumbang pertumbuhan tenant lebih dari 7% year to date,” imbuhnya.
Baca Juga
BoE Pertahankan Bunga Acuan, Isyaratkan Konflik Israel-Hamas Berpotensi Timbulkan Inflasi
Adapun terkait proyeksi Manajemen MTEL yang mempertahankan target pertumbuhan pendapatan dan EBITDA di tahun 2023 yang diyakini naik masing-masing 11% YoY, serta menambah sekitar 5.500 tenant dan 13 ribu Km fiber optik. Tim Riset Samuel meyakini target tersebut akan tercapai.
“Kami mengestimasikan pada tahun 2024 pendapatan dan EBITDA akan tumbuh masing-masing 8,2% YoY dan 9,5% YoY, didukung potensi penambahan sekitar 4.000 tenant yang mayoritas berasal dari kolokasi, sehingga tenancy ratio berpotensi mencapai angka 1,59 kali,” papar Samuel Sekuritas.

