Mandiri Sekuritas Revisi Naik Target Saham Astra Otoparts (AUTO), Berikut Hitung-hitungannya
JAKARTA, Investortrust.id – Target kinerja keuangan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) direvisi naik, seiring dengan kenaikan keuntungan dari perusahaan asosiasi, margin keuntungan yang merangsek naik, dan optimalisasi biaya.
Mandiri Sekuritas dalam riset harian, Kamis (24/8/2023), merevisi naik target laba bersih AUTO dari Rp 1,60 triliun menjadi Rp 1,70 triliun tahun ini. Sedangkan perkiraan pendapatan dipertahankan pada level Rp 20,04 triliun, dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp 18,58 triliun.
Baca juga:
Baca Juga
Performa Astra Financial di GIIAS 2023 Ciamik, Lampaui Target
“Kami memperkirakan margin keuntungan AUTO lanjut tumbuh sampai akhir tahun ditopang tiga faktor. Hal ini akan membuat raihan laba bisa lebih tinggi dari asumsi semula,” tulis riset Mandiri Sekuritas tersebut.
Tiga faktor utama pendongrak margin keuntungan anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini, yaitu peningkatan kontribusi dari manufaktur berbasis produk, dibandingkan sebelum berbasis proses.
Kedua, perseroan telah menerapkan otomatisasi dan digitalisasi proses produksi yang berimbas terhadap pengendalian biaya. Hal ini membuata biaya tenaga kerja turun dari 18% menjadi 15% terhadap total pendapatan.
Baca Juga
Biaya Keuangan Turun, Laba Jasa Marga (JSMR) Melesat Nyaris 100%
Ketiga, perseroan berpotensi mendapatkan pendapatan lebih tinggi dari segmen penjualan suku cadang otomotif lealui Astra Otoservice. Hingga kini telah meluncurkan delapan cabang Astra Otoservice dan ditargetkan penambahan empat cabang pada paruh kedua tahun ini.
Hal tersebut mendorong Mandiri Skeuritas untuk merevisi naik target laba bersih Astra Otopartas (AUTO). Begitu juga dengant arget harga saham AUTO direvisi naik dari Rp 3.400 menjadi Rp 3.900, dibandingkan penutupan sesi I senilai Rp 3.260.
Baca Juga
Saat Laba Turun, Sekuritas Ini Pasang Target Saham Adaro Energy (ADRO) Rp 4.650
Hingga semester I-2023, Astra Otoparts mencetak lonjakan laba bersih sebanyak 85% menjadi Rp 801,6 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 432,5 miliar. Sedangkan pendapatan tumbuh 9% dari Rp 8,58 triliun menjadi Rp 9,38 triliun.
Lompatan laba ini ditopang oleh lonjakan gross margin dari 13,1% menjadi 15,8%. Sedangkan margin keuntungan bersih meningkat dari 5% menjadi 8,5%. Kenaikan margin disumbangkan segmen bisnis perdagangan dan manufaktur.

