Saham TCPI dan IRRA Kompak Masuk UMA
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengindikasikan pergerakan tidak wajar di luar kebiasaaan (unusual market activity/UMA) saham PT Transcoal Paicifik Tbk (TCPI) dan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data BEI, saham TCPI menunjukkan penurunan dari level Rp 8.150 pada akhir bulan lalu menjadi Rp 7.900 pada penutupan perdgangan saham kemarin.
Baca Juga
Harga Melesat 78,43%, Pengendali Itama Ranoraya (IRRA) Rajin Tambah Saham
Sedangkan saham IRRA menunjukkan lompatan harga dalam beberapa hari terakhir. Saham IRRA menguat dari level akhir bulan lalu Rp 476 menjadi Rp 870 pada penutupan perdagangan saham kemarin.
Terkait saham IRRA, PT Global Dinamika Kencana selaku pengendali Itama Ranoraya (IRRA) terpantau rajin menambah kepemilikan saham. Pengendali menambah sebanyak 350 ribu saham IRRA yang direalisasikan Rabu (20/12/2023).
Corsec Itama Ranoraya (IRRA) Nanan Meinanta Lasahido mengatakan, Global Dinamika membeli sebanyak 350 ribu saham IRRA dengan harga pelaksanaan Rp 782 per saham. Jumlah saham yang dibeli setara dengan 0,02% dari total saham IRRA.
Sebelumnya, Global Dinamika Kencana terpantau telah menambah sebanyak 350 ribu saham IRRA dengan harga pelaksanaan Rp 685 per saham. Aksi tersebut menjadikan total saham IRRA yang digenggam Global Dinamikan bertambah dari semula 78,43% menjadi 78,43% saham.
Baca Juga
Transaksi Saham Hari ini, Danareksa Sekuritas Jagokan Tiga Saham Ini
Aksi kolek saham IRRA oleh pengendali ternyata telah berlanjut dalam beberapa bulan terakhir. Pada 6 Desember 2023, Global Dinamika Kencana membeli sebanyak 350 ribu saham IRRA dengan harga pelaksanaan Rp 620 per saham.
Sedangkan hingga kuartal III-2023, IRRA membukukan penurunan pendapatan dari Rp 554,56 miliar menjadi Rp 305,78 miliar. Sedangkan laba tahun berjalan turun dari Rp 40,49 miliar menjadi Rp 15,28 miliar.

