Koin Syariah Rilis, Indonesia Pasar Potensial
JAKARTA, investortrust.id - Firma capital investasi, A195 Capital mengumumkan pendanaan untuk Islamic Coin. Koin Islami ini diluncurkan September 2023.
A195 Capital digawangi oleh Scott Walker, pengusaha yang memiliki pengalaman kerja di perusahaan publik yang tercatat di Nasdaq.
Salah satu pendiri A195 Capital Ben Clarke mengklaim, A195 Capital berfungsi sebagai mitra ideal untuk Islamic Coin.
Sosok Scott Walker disebutnya juga sukses menggawangi beberapa perusahaan investasi antara lain Ethereum, EOS, Block.one, CVC, Storj, Fun, dan puluhan lainnya.
Selain itu, A195 Capital, memiliki beragam portofolio yang mencakup proyek-proyek seperti Casper, Chainlink, dan Polkadot, menambah daftar pendukung yang luas yang mencakup ABO Digital, DF101, Futurecraft Ventures dari Alpha Blue Ocean, serta HNWI lintas industri.
“Apa yang telah dicapai tim ini sungguh luar biasa dan kami berharap dapat bekerja sama dan membawa prinsip-prinsip keuangan Syariah ke lebih banyak industri, sebagai alternatif yang etis dan kuat,” komentar Ben Clarke dalam keterangan yang dikutip, Rabu (6/9/2023).
Berkembang di Timur Tengah
Disampaikan, adopsi Koin Islami terus berkembang khususnya di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara yang didominasi negeri Islam hingga sukses menjadi mitra di beberapa sektor penting medis, kesehatan, Imigrasi, dan Perjalanan.
Bahkan sambutan hangat juga diperoleh di Dubai, di mana Islamic Coin dan Haqq diposisikan sebagai mitra inovasi, memberikan integrasi Web3 yang berpusat pada etika dan sesuai Syariah kepada perusahaan yang banyak berafiliasi dengan Keluarga Kerajaan Dubai.
“Kami merasa terhormat dapat bermitra dengan A195 Capital untuk meluncurkan platform kami yang sesuai syariah ke dunia Muslim dan sekitarnya. Kesempatan besar untuk bekerja dengan pemikiran yang luar biasa,” komentar pendiri Islamic Coin, Mohammed AlKaff AlHashmi.
Menyusul kampanye yang dipublikasikan dengan pemain-pemain utama di industri ini, mata uang kripto tersebut telah meluncurkan integrasi eksklusif dengan DDCAP Group dan lebih dari 300 Bank Islam, serta dengan Holiday Swap, platform pertukaran rumah terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 1 juta pengguna di seluruh dunia.
Haqq, blockchain Islamic Coin yang dibangun, akan berfungsi sebagai mitra Web3 eksklusif dan akan memberdayakan Holiday Swap untuk menggabungkan sistem token loyalitas mereka dan operasi terkait ke dalam Web3.
Kolaborasi ini memungkinkan pengguna kedua platform untuk menawarkan layanan yang lebih baik kepada klien mereka melalui platform digital tingkat industri yang berfokus pada etika.
Untuk mendukung Islamic Coin, sederet nama anggota keluarga kerajaan dari Uni Emirat Arab tercatat sebagai penasehat antara lain: Syekh Dr Hazza bin Sultan bin Zayed Al Nahyan, cucu pendiri UEA, kemudian Sheikh Saeed bin Hamdan bin Mohammed Al Nahyan, Kepala Angkatan Laut UEA (menjabat dalam kapasitas pribadi), Syekh Khalifa Bin Mohammed bin Khalid Al Nahyan, Syekh Mohammad Bin Khalifa Bin Mohammad Bin Khalid Al Nahyan, Yang Mulia Syeikh Juma bin Maktoum Al Maktoum, dan Yang Mulia Syeikh Mariam Suhail Obaid Suhail Al Maktoum.
Sedangkan dari jajaran eksekutif menampilkan individu-individu terkemuka dari sektor keuangan tradisional dan Islam. Diantara anggota Dewan Eksekutif Islamic Coin adalah Hussein Al Meeza, salah satu pendiri dan bankir dengan pengalaman lebih dari 45 tahun di sektor perbankan, keuangan, dan asuransi Islam.
Lantas bagaimana di Tanah Air? Kehadiran Islamic Coin diyakini bakal disambut positif oleh pecinta kripto, mengingat Indonesia sebagai negara Islam terbesar di dunia tentunya menunggu kehadiran Islamic Coin sebagai alternatif investasi dengan basis syariah.
“Kami tentu menyambut positif kehadiran Islamic Coin yang diluncurkan oleh A195 Capital. Di mana kehadiran deretan pihak yang berpengalaman dan kompeten akan menjamin keberlangsungan Islamic Con sebagai sebuah aset digital yang menganut syariat Islam sebagai nilai bagi komunitas muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia,” papar Isybel Harto founder dari Aliansi Media Crypto Indonesia (AMCI).
Dia menyebut sebagai Islamic Coin nantinya akan terus berkembang sebagai mata uang digital yang sesuai dengan konsep syariah dan dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi komunitas muslim dunia.

