Laba Formosa Ingredient (BOBA) Melesat 39%, Nilainya Jadi Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) membukukan lompatan laba tahun berjalan sebanyak 39% menjadi Rp 14,95 miliar pada 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 10,73 miliar.
Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningkatan lab per saham dasar perseroan dari Rp 9 menjadi Rp 13 per saham. Sedangkan pada penutupan perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BOBA ditutup stagnan level Rp 162.
Baca Juga
Formosa Ingredient (BOBA) Siap Bagikan Dividen Interim, Simak Jadwalnya
Manajemen BOBA dalam rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, Rabu (20/3/2024), diungkapkan bahwa pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan perseroan dari Rp 121,50 miliar menjadi Rp 153,77 miliar hingga akhir 2023.
Beban pokok penjualan naik dari Rp 84,23 miliar menjadi Rp 111,80 miliar, meski naik laba kotor tetap cetak kenaikan dari Rp 37,27 miliar menjadi Rp 41,97 miliar.
Perseroan juga berhasil memangkas beban usaha dari Rp 23,03 miliar menjadi Rp 22,67 miliar, sehingga laba operasional bertumbuh dari Rp 14,23 miliar menjadi Rp 19,30 miliar.
Baca Juga
BOBA juga berhasil mengerek naik total aset tahun 2023 menjadi Rp 175,62 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 164,08 miliar. Begitu juga dengan total liabilitas berhasil dipangkas dari Rp 25,73 miliar menjadi Rp 24,57 miliar.
Formosa Ingredient (BOBA) merupakan produsen minuman boba, jeli, saus, sirup, dan bubuk minuman dengan merek dagang Boba King. Sedangkan PT Kurniamitra bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 23,71% saham BOBA dan Hengky Wijaya sebanyak 24,93% saham. Sisanya dikuasai Texture Maker Enterprise 14,59%, Chen Kuang Ting 7,2%, dan Dewi Irianty Wijaya 5,54%. Sisanya 23,67% dikuasai pemegang saham public.

