Mobilisasi Dana di Pasar Modal Tembus Rp 247 Triliun Sepanjang 2023
JAKARTA, investortrust.id -- Total penghimpun dana di pasar modal Indonesia sepanjang tahun ini mencapai sebesar Rp 247,06 triliun. Perolehan ini menurun dibanding tahun 2022.
“Ada penurunan. Total nilai emisinya Rp 247,06 triliun, sedikit di bawah tahun kemarin yaitu Rp 266 triliun. Tapi masih ada waktu satu hari karena kami hari ini di OJK masih punya rencana pemberian pernyataan IPO,” ungkap Kepala Departemen Perizinan Pasar Modal OJK, Luthfy Zain Fuady pada Konferensi Pers Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2023, Jakarta, Jumat (29/12/2023).
Hingga saat ini, OJK telah memproses 211 penawaran umum lewat pasar modal. Hal itu meliputi 71 perusahaan yang menggelar IPO, meningkat dari tahun 2022 sebesar 53 emiten.
Baca Juga
Nilai Transaksi Harian BEI Turun 27% Jadi Rp 10,78 Triliun, Ada Apa?
Sedangkan, rights issue dan penawaran umum EBUS (ffek bersifat utang dan sukuk) juga menurun. “Rights issue menurun di angka 23, dibandingkan tahun 2022 sebesar 44. Penawaran umum EBUS tahun ini 117 dan tahun kemarin 123,” ujar Luthfy.
Di sisi lain, Securities Crowdfunding atau SCF juga mengalami peningkatan. Luthfi menyatakan bahwa total SFC mencapai 493 penerbit, naik dibanding tahun 2022 sebanyak 340 penerbit.
Sedangkan jumlah investor pasar modal atau SID (Single Investor Identification) mengalami pertumbuhan 5 kali lipat dibanding empat tahun terakhir yang baru 2,48 juta di tahun 2019.
Baca Juga

