Prospek Saham Sektor Kesehatan Tetap Kuat, Saham Ini Layak Dipertimbangkan
JAKARTA, Investortrust.id – Prospek saham emiten kesehatan masih tetap berkibar dalam jangka panjang, seiring dengan peningkatan belanja kesehatan masyarakat. Pertumbuhan juga didukung sebanyak 248 juta Masyarakat Indonesia telah terdaftar dalam program jaminan kesehatan nasional (JKN).
Hal tersebut disampaikan Head of Research FAC Sekuritas Wisnu Prambudi Wibowo dalam paparannya Investment Talk: Revitalisasi Sektor Kesehatan Melalui Pasar Modal di Era Society 5.0 di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Saham Siloam (SILO) Dinilai Terlalu Murah, Sekuritas Ini Sebut Alasannya
Wisnu mengatakan, penguatan prospek emiten kesehatan juga didukung UU Omnibus Law Kesehatan, karena bisa berimbas terhadap pengurangan impor alat dan obat kesehatan, sehingga memberi keuntungan terhadap industri kesehatan dalam negeri.
“Jika ingin berinvestasi, pilihlah sektor yang tidak terlalu ramai namun punya prospek masa depan yang bagus, seperti sektor kesehatan. Emiten-emitennya bisa dari Industri farmasi, industri alat kesehatan serta rumah sakit,” tuturnya.
Satu dari beberapa emiten sektor kesehatan, terang dia, adalah PT Phapros Tbk (PEHA) yang konsisten dalam hal pendapatan. Phapros juga telah berhasil melewati siklus bisnis yang menantang dalam beberapa decade terakhir. Perseroan telah melewati fase sebelum pandemi, saat pandemi dan pascapandemi namun konsisten dengan penjualannya.
Baca Juga
Astra Agro (AALI) Tebar Dividen Interim Rp 157 Miliar, Cek Jadwalnya Guys!
“Saham PEHA ini menarik untuk jangka menengah dan panjang, bisa dijadikan alternatif bagi investor untuk bisa punya passive income, dibandingkan saham lain yang tidak punya pendapatan yang konsisten. Selain itu, pemerintah punya komitmen untuk meningkatkan alokasi anggaran di industri kesehatan di atas 30%,” terangnya.
Kalau mau investasi, dia mengatakan, PEHA berpotensi mendapatkan capital gain. Berdasarkan data historis, PEHA setiap tahunnya rutin membagikan dividen kepada pemegang saham hingga pernah menyentuh angka 70% dari total laba bersih.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia David Sutyanto mengatakan, sektor kesehatan menyumbang posisi ketiga terhadap ekonomi Indonesia. Dengan inflasi yang cenderung rendah bersamaan dengan peningkatan daya beli Masyarakat, sektor kesehatan cenderung bertumbuh.
Baca Juga
Pelindo Berpeluang Jadi Operator Ke-5 Terbesar di Dunia, Asalkan...
“Kesehatan menjadi sektor yang prioritas, di mana rata-rata pengeluaran kesehatan per kapita untuk pencegahan cenderung naik dan peningkatan ini berdampak positif untuk emiten-emiten yang ada di industri ini.”
Pengeluaran masyarakat untuk upaya preventif, ungkap David juga cenderung naik. Dan ini berdampak positif bagi emiten-emiten di sektor tersebut. “Selain itu, green investment akan menjadi topik investasi yang menarik,” terangnya.
Phapros menjadikan green business sebagai salah satu kebijakan dan standar dalam menjalankan proses bisnisnya. Emiten farmasi ini mengoptimalkan teknologi untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai unsur ekonomi hijau. Phapros berhasil meningkatkan efisiensi perusahaan sebesar 12,9% per tahun.

