Memahami Pergerakan Harga Saham Melalui Analisis Teknikal
Opini ditulis oleh T Herditya Wicaksana, CEWA-M,
Head of Research Retail MNC Sekuritas
Investortrust.id – Seperti halnya bisnis, dalam dunia investasi juga memerlukan strategi dalam berinvestasi untuk mencapai tujuan investasi. Strategi yang digunakan oleh seorang investor bermacam-macam, namun yang lazim digunakan adalah analisis fundamental dan analisis teknikal.
Secara umum, analisis fundamental lebih melihat dari sisi ekonomi baik secara makro maupun mikro, kinerja sebuah emiten, potensi industri hingga analisis pasar, sedangkan analisis teknikal menggunakan pendekatan pola pergerakan harga di masa lampau untuk memperkirakan di masa mendatang.
Sebagai sebuah strategi, kedua analisis tersebut dapat digunakan secara bersamaan ataupun secara terpisah. Investor dapat menggunakan analisis fundamental untuk screening emiten-emiten yang berkinerja bagus namun dengan harga yang masih cenderung murah untuk membuat sebuah universe saham, selanjutnya gunakan analisis teknikal untuk melihat timing untuk melakukan beli/jual.
Mind, Method & Money Management
Sebelum masuk ke dalam analisis teknikal, Alexander Elder dalam bukunya menjelaskan mind, method, dan money management sebagai hal yang perlu diperhatikan dan dipahami bagi investor pemula dalam berinvestasi.
Mindset adalah pola pikir atau cara pandang seseorang terhadap sesuatu. Dalam konteks investasi saham, mindset yang perlu dimiliki oleh investor pemula adalah mindset berbisnis. Artinya, dalam berinvestasi perlu disamakan dengan berbisnis, di mana dalam berinvestasi juga harus memiliki rencana, tujuan, dan strategi ke depan. Investor juga harus mau belajar dan terus berkembang, karena berinvestasi adalah aktivitas yang dinamis, sehingga investor perlu terus belajar untuk mengikuti perkembangan pasar.
Money management merupakan pengelolaan dana yang digunakan untuk investasi. Investor perlu menerapkan diversifikasi portofolio, hingga menerapkan alokasi dana dalam portofolio untuk mengurangi risiko. Kerap kali hal yang dilupakan adalah menerapkan/memiliki stop-loss, yaitu batas kerugian yang ditetapkan untuk setiap saham yang dibeli. Dengan memiliki stop-loss akan membantu investor untuk membatasi kerugian jika harga saham turun.
Dan yang terakhir adalah method yang akan mempelajari metode atau strategi yang digunakan oleh investor untuk memilih saham. Ada dua metode utama dalam investasi saham, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal, dan dalam hal ini yang akan dibahas mengenai analisis teknikal.
Dasar Analisis Teknikal
Seperti sudah disampaikan, analisis teknikal merupakan suatu analisis yang menggunakan pendekatan pola pergerakan harga di masa lalu, untuk memperkirakan pergerakan harga di masa mendatang. Jadi secara singkat, analisis teknikal lebih mengedepankan pergerakan harga yang divisualisasikan dengan grafik atau chart.
Sehingga, senjata utama dari analisis teknikal adalah sebuah grafik atau chart yang berisi pergerakan harga dan volume, di mana harga terdiri dari harga pembukaan (open), harga tertinggi (high), harga terendah (low), dan harga penutupan (close). Terbentuknya harga dan volume ini dianggap mewakili keinginan para investor, di mana harga terbentuk dari permintaan dan penawaran yang dicerminkan oleh bid dan offer. Berdasarkan hal tersebut, harga dan volume yang terbentuk dapat menjadi sebuah dasar bagi investor membuat keputusan beli/jual.
Dalam Dow Theory, sebagai dasar analisis teknikal, Charles Dow berpendapat bahwa analisis teknikal memiliki beberapa prinsip, di antaranya:
-
1. Market price discount everything, di mana pergerakan harga saham sudah merefleksikan semua informasi yang ada.
-
2. Market has three movement, di mana tren di market dibagi menjadi tiga, yakni primary trend (jangka panjang), secondary trend (jangka menengah), dan minor trend (jangka pendek).
-
3. History repeats itself, di mana market selalu bergerak dalam sebuah siklus, yang artinya pergerakan harga membentuk pola dan pola tersebut akan berulang dari waktu ke waktu.
Figure 2. Tiga trend dalam market
Kunci: Tren dan Time Frame
Dalam analisis teknikal, pemilihan time frame dan tren merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Pemilihan time frame yang tepat akan membantu investor untuk menentukan gaya dan strategi trading yang sesuai. Sementara itu, tren akan menunjukkan arah pergerakan harga di masa depan.
Pemilihan time frame ini sangat bergantung pada tipe investor dan gaya investasinya. Investor yang menggunakan gaya investasi jangka panjang, seperti swing trading dan investing, umumnya menggunakan time frame yang lebih panjang, seperti harian hingga bulanan. Sementara itu, investor yang menggunakan gaya trading jangka pendek, seperti scalping dan day trading, umumnya menggunakan time frame yang lebih pendek, seperti menit hingga jam.
Sebagai seorang investor, alangkah lebih baik menggunakan lebih dari satu time frame untuk mengonfirmasi tren yang sedang terjadi. Dengan mengamati pergerakan harga dalam jangka waktu yang panjang, dapat membantu investor melihat lebih jelas arah tren yang terjadi. Dengan memahami hubungan antara time frame dan tren, investor dapat meningkatkan akurasi analisis teknikal dan pengambilan keputusan investasi.
Indikator, Alat Bantu
Indikator dalam analisis teknikal adalah alat yang digunakan untuk menganalisis data historis harga dan volume, untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan. Indikator dalam analisis teknikal terbagi menjadi dua bagian, yakni leading indicator dan lagging indicator, dimana leading indicator adalah indikator yang memberikan sinyal sebelum harga bergerak seperti RSI (Relative Strength Index) dan Stochastic, sedangkan lagging indicator adalah indikator yang memberikan sinyal setelah harga bergerak seperti MA (Moving Average), MACD (Moving Average Convergence Divergence), dan Bollinger Bands.
Leading indicator seringkali digunakan oleh investor jangka pendek, karena indikator tersebut dapat memberikan sinyal awal tentang perubahan tren. Lagging indicator seringkali digunakan oleh investor jangka panjang, karena dapat memberikan sinyal yang lebih akurat untuk tren jangka panjang. Baik leading indicator dan lagging indicator memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi investor harus memilih indikator yang sesuai dengan gaya dan strategi trading masing-masing.
Sebagai investor, ada baiknya menggunakan beberapa indikator sebagai alat bantu berinvestasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang pergerakan harga. Selain menggunakan indikator, investor juga dapat mempertimbangkan faktor lain seperti sentimen pasar yang terjadi.
Trading Plan
Trading plan adalah strategi dan aturan yang dapat disusun sebagai sebuah rencana untuk memulai berinvestasi. Hal ini penting dimiliki investor, karena dapat membantu membuat keputusan yang lebih baik dan mengurangi risiko kerugian.
Trading plan dapat berbeda antara investor yang satu dengan yang lain, dikarenakan dalam membuat trading plan investor harus mengenali dirinya sendiri, seperti apa gaya trading-nya, berapa modal yang diinvestasikan, dan seberapa banyak waktu dapat diluangkan dalam berinvestasi. Selain itu, dalam trading plan harus menerapkan aturan entry dan exit menggunakan analisis teknikal untuk mempermudah investasi.
Bagi investor pemula dapat melatih trading plan dengan memulainya dari modal kecil terlebih dahulu, agar terbiasa dan dapat mengurangi risiko kerugian bila membuat kesalahan. Selain itu, bisa fokus dan disiplin dengan trading plan dan meminimalisasi sifat fear dan greed dalam berinvestasi.
Trading plan merupakan hal yang penting bagi investor, terutama bagi investor pemula. Dengan memiliki trading plan yang efektif, investor dapat meningkatkan peluang keberhasilan berinvestasi.
Jadi, analisis teknikal ini merupakan alat yang dapat membantu investor pemula membuat keputusan investasi yang lebih tepat. Namun perlu diingat, tidak ada holy grail dalam analisis teknikal, di mana hal tersebut tergantung pada penggunanya.
Hal yang terpenting adalah investor harus fokus, menguasai, serta disiplin dalam menerapkan analisis teknikal. Selamat belajar dan berinvestasi!

