Peringatan MSCI, Kadin Minta Fokus Benahi Fundamental Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie meminta pemerintah dan pelaku pasar fokus memperkuat fundamental ekonomi di tengah ketidakpastian klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI. Menurutnya, keputusan Indonesia masuk Frontier Market atau Standalone Market masih sebatas ekspektasi dan spekulasi.
“Kalau mengenai pasar bagaimana jika Indonesia masuk apa, Standalone, masuk Frontier Market, saya rasa itu kan penuh dengan apa, ekspektasi dan spekulasi ya, karena masih sampai bulan Juni tahun depan,” ujar Anin kepada awak media di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Kadin menilai, penguatan fundamental ekonomi menjadi langkah penting agar Indonesia lebih kompetitif dibandingkan negara lain. Selain itu, pembenahan industri keuangan juga perlu terus dilakukan.
“Nah, saya sih berpikir kita fokus di dua hal aja. Satu fundamental, supaya kita intinya lebih kompetitif daripada negara lain secara ekonomi. Yang kedua, kerja keras [sektor keuangan] untuk bisa membuat stabil. Tapi faktanya memang inflasi kita tidak sampai 4%. Nah, saya tidak mengatakan di sini mudah, namun memang kita mesti berbenah," jelas Anin.
Baca Juga
MSCI Ultimatum RI: Bukan Cuma Ubah Aturan, Bad Actors Harus Disingkirkan!
Menurutnya pembenahan di sektor keuangan telah diupayakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kadin menilai pemerintah dan pelaku pasar perlu memprioritaskan hal-hal yang dapat dikendalikan.
“Kita melihat mesti fokus pada apa yang kita bisa kontrol, ya. Yang kita bisa kontrol dan yang paling penting jangka panjang adalah fundamental,” tegas Anin.
Baca Juga
Sebelumnya, MSCI membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Dalam pengumuman pada Jumat (16/10/2026), MSCI menyampaikan kekhawatiran pelaku pasar terkait kelayakan investasi di pasar saham Indonesia.
Sorotan MSCI terutama mencakup transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi. MSCI dijadwalkan mengumumkan keputusan final atas usulan perubahan klasifikasi tersebut paling lambat akhir Juni 2027.
