Eks Mendag Tuding Manuver Asing Tekan MSCI, Pemerintah 'Pede' Tata Kelola Membaik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menanggapi terkait mantan Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi mengenai dugaan manuver pihak asing yang menekan atau penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI)
Menurut Airlangga, MSCI bukan satu-satunya lembaga yang menjadi acuan dalam menilai pasar modal. Terdapat sejumlah lembaga lain, seperti FTSE dan Russell, yang memiliki penilaian tersendiri terhadap pasar saham Indonesia.
“MSCI tentu salah satu rating, tetapi bukan satu-satunya. Jadi, kita ada rating yang lain, apakah itu FTSE, ada Russell, dan yang lain yang tentu hasilnya berbeda,” ujar Airlangga saat ditemui di kawasan Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).
Terkait upaya pemerintah mencegah penurunan peringkat atau downgrade pasar saham Indonesia, Menko Airlangga menyatakan optimistis terhadap langkah perbaikan tata kelola yang tengah disiapkan.
Baca Juga
Eks Mendag Lutfi Singgung Dugaan Tekanan ke MSCI, Ini Respons Bos BEI
Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan, pemerintah tetap percaya diri bahwa pembenahan tata kelola dapat mendukung kepercayaan terhadap pasar modal nasional. Selain itu, Indonesia tidak hanya bergantung pada penilaian satu lembaga internasional.
“Ya, kita sih confidence saja dengan tata kelola yang sedang disiapkan, dan Indonesia tidak tergantung hanya pada satu rating institusi,” katanya.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah memberikan tanggapan terkait tudingan mantan Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi mengenai dugaan manuver pihak asing yang menekan Morgan Stanley Capital International (MSCI) agar menurunkan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi memilih untuk tidak ambil pusing terkait klaim tersebut. Wanita yang akrab disapa Kiki ini menegaskan bahwa OJK fokus melanjutkan agenda reformasi di pasar modal nasional dan menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada publik.
"Kita kerja saja. Silakan orang lain mengomentari, silakan orang berpikir sendiri. Tapi kita kerja saja," ujar Kiki saat ditemui dalam kegiatan Ijtima’ Sanawi 2026 di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
