Eks Mendag Lutfi Singgung Dugaan Tekanan ke MSCI, Ini Respons Bos BEI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons tudingan mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi terkait dugaan tekanan pihak asing terhadap MSCI Inc untuk menurunkan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan penyedia indeks global tetap independen dalam menentukan klasifikasi pasar saham suatu negara.
“Kami akan sangat fokus kepada hal teknis dan kami selalu meyakini, dan kami tetap percaya bahwa global index provider selalu independen,” kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Oleh karena itu, Jeffrey menekankan BEI akan memusatkan perhatian pada langkah-langkah teknis yang dapat dilakukan untuk mereformasi pasar modal Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan periode 2014 dan 2020–2022 Muhammad Lutfi menyoroti langkah MSCI yang membuka konsultasi terkait potensi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Lutfi menilai isu tersebut perlu diwaspadai karena berisiko memperburuk persepsi investor global terhadap iklim investasi di Indonesia.
Baca Juga
Memahami Empat Klasifikasi MSCI: Mengapa Emerging dan Standalone Sangat Berbeda?
Menurut Lutfi, penurunan status tersebut bukan sekadar persoalan peringkat, tetapi juga dapat berdampak pada kepentingan ekonomi nasional dan kedaulatan aset strategis. Status Standalone Market umumnya diberikan kepada pasar saham yang dinilai menghadapi kendala akses bagi investor asing, termasuk terkait pembatasan lalu lintas modal (capital control).
Lutfi membantah anggapan bahwa Indonesia menerapkan pengendalian modal secara terstruktur. Ia justru menduga adanya tekanan dari lembaga investasi asal Singapura, termasuk Temasek dan Government of Singapore Investment Corporation (GIC), terhadap MSCI.
Secara khusus, Lutfi menyebut nama Rachel Goh dari GIC yang ditudingnya terlibat dalam upaya mendesak MSCI menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia.
“Bahkan saya dapat kabar langsung di dalam, Rachel Goh di GIC yang marah-marah dan menekan MSCI supaya peringkat Indonesia diturunkan. Come on, Rachel, don’t you know walls in Jakarta do talk and scream?,” kata Lutfi melalui akun Instagram-nya, Selasa (20/10/2026).
Namun, tudingan Lutfi mengenai dugaan intervensi lembaga investasi Singapura tersebut belum disertai bukti independen yang tervalidasi. Tuduhan itu masih memerlukan konfirmasi dari pihak-pihak terkait.
