Net Sell Tembus Rp 1,72 Triliun, Saham Bank Ini Kembali Dilego
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,72 triliun, seiring dengan berlanjutnya kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026), sebanyak 188,49 poin (3,64%) menjadi 4.996,61.
Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 1,08 triliun, BBRI dengan penjualan bersih Rp 986,87 miliar, TLKM senilai Rp 367,48 miliar, BMRI mencapai Rp 113,41 miliar, dan AADI senilai Rp 73,66 miliar.
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu ENRG senilai Rp 607,06 miliar, BBNI senilai Rp 95,87 miliar, INDF mencapai Rp 71,78 miliar, MAPA mencapai Rp 49,59 miliar, dan UNTR senilai Rp 34,31 miliar.
Baca Juga
Pelemahan IHSG hari ini dipengaruhi atas berlanjutnya kejatuhan saham-saham big cap dimotori saham BBCA dengan penurunan hingga auto reject bawah (ARB). Penurunan juga melanda saham BREN, TPIA, BBRI, hingga AMMN.
Penurunan tersebut sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar turun 4,57%, sektor konsumer non primer turun 3,88%, sektor energi turun 2,95%, sektor industry melemah 2,97%, sektor konsumer primer melemah 4,09%, konsumer non primer turun 3,88%, infrastruktur jatuh 4,45%,kesehatan melemah 3,64%, property turun 2,75%, teknologi melemah 2,46%, keuangan melemah 2,18%, dan transportasi melemah 2,91%.
Meski anjlok sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, yaitu saham TMPO naik 28,03% menjadi Rp 169, TIFA menguat 25% menjadi Rp 360, PNSE menguat 25% menjadi Rp 480, TRUK naik 24,84% menjadi Rp 4.020, BSIM naik 24,83% menjadi Rp 930, BIKE menguat 22,62% menjadi Rp 5.150, dan BSWD naik 20% menjadi Rp 6.750.
Baca Juga
Bukan Delisting! BEI Keluarkan 80 Saham HSC dari Perhitungan IHSG
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup jatuh sebanyak 678,68 poin (11,57%) menjadi 5.185, bahkan BEI sempat terapkan trading halt selama 30 menit. Level tersebut menjadi yang terendah sejak Oktober 2026 dan menjadi penurunan terbesar terhitung sejak krisis moneter tahun 1998. Pemodal asing berlomba-lomba keluar dari pasar saham Indonesia ditunjukkan dengan torehan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 3,34 triliun. Net sell terbanyak disumbangkan saham BBCA mencapai Rp 2,32 triliun dan BBRI mencapai Rp 1,14 triliun.
Penurunan ini juga sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar anjlok 13,36%, sektor infrastruktur turun 13%, sektor kesehatan jatuh 13,16%, sektor industry melemah 11,89%, sektor energi turun 11,39%, sektor konsumer primer melemah 11,12%, sektor konsumer non primer anjlok 10,11%, sektor transportasi turun 10,91%, sektor property melemah 9,63%, sektor keuangan melemah 8,98%, dan sektor teknologi turun 8,88%.
