Net Buy Jumbo Rp 777,17 Miliar, Saham BMRI hingga BBCA Kembali Dilego Pemodal Asing
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 777,17 miliar, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/9/2026), ditutup melemah hanya 26,16 poin (0,43%) menjadi 6.121,70, meski intraday sesi I sempat anjlok lebih dari 2% ke level 6.013. Adapun saham GOTO kembali terjun.
Net sell terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 275,08 miliar, ADMF senilai Rp 228,09 miliar, TLKM sebanyak Rp 159,83 miliar, BBCA sebanyak Rp 138,73 miliar, dan PTBA mencapai Rp 57,27 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak melanda, BBRI sebanyak Rp 58,60 miliar, TPIA sebanyak Rp 38,18 miliar, BRMS mencapai Rp 26,26 miliar, DEWA mencapai Rp 25,89 miliar, dan EMAS mencapai Rp 25,87 miliar.
Baca Juga
Pemerintah Mulai Tarik PPN Transaksi Digital Lintas Negara Melalui SPP-TDLN Sejak 25 September 2026
Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan pasar saham Asia. Pelemahan juga ditopang penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 3,37%, property turun 1,31%, energi melemah 1,10%, transportasi 0,36%, konsumer non primer 0,46%, dan kesehatan kesehatan 0,12%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer primer 0,70%, sektor industry 0,50%, keuangan 0,03%, dan sektor infrastruktur 0,06%.
Penurunan juga dipicu pelemahan sejumlah saham big cap, seperti GOTO jatuh 13,95%, BBCA 1,2%, BREN turun 3,63%, BRMS melemah 4,03%, FORU turun 14,38%, ADRO melemah 4,63%, AMMN melemah 1,10%, hingga AADI melemah 4,95%.
Meski IHSG turun, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga lebih dari 24%, seperti SEMA naik 24,85% menjadi Rp 412, IFSH naik 24,80% menjadi Rp 1.560, SOSS naik 24,77% menjadi Rp 1.385, BSWD naik 24,53% menjadi Rp 2.310, ALDO naik 24,48% menjadi Rp 1.195, dan CSMI naik 24,35% menjadi Rp 240.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 94,03 poin (1,51%) menjadi 6.147 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,13 triliun. Net sell terbanyak melanda saham UNSP senilai Rp 901,36 miliar didominasi melalui pasar negosiasi.
Baca Juga
Dorong Green Economy, Mandiri Institute Usul Insentif bagi Pelaku Usaha yang Hitung Emisi Karbon
Penurunan kemarin dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi 4,46%, material dasar melemah 3,33%, infrastruktur 2,33%, konsumer primer 2,04%, keuangan 1,19%, sektor property 1,60%, sektor konsumer non primer 0,98%, sektor kesehatan 0,66%, dan sektor industry 0,32%. Sebaliknya kenaikan tipis melanda saham sektor energi 0,04% dan transportasi 0,47%.
Sebaliknya saham berharga di bawah Rp 50 atau ‘gocap’ berhasil catatkan kenaikan harga paling pesat hari ini, yaitu saham TAMU naik 34,62%, BLTA naik 34,38% menjadi Rp 43, MIRA naik 33,33% menjadi Rp 32, VIVA naik 33,33% menjadi Rp 48, PPRO naik 33,33% menjadi Rp 20, PBRX naik 33,33% menjadi Rp 32, ANDI naik 31,82% menjadi Rp 29, BEKS naik 31,82% menjadi Rp 29, TAXI naik 27,27% menjadi Rp 18, dan BTEK naik 27,27% menjadi Rp 14..
