IHSG Sesi I Terjerembab 2,16% ke Level 5.814, Seluruh Sektor Saham Berguguran
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (15/10/2026), ditutup anjlok parah sebanyak 128,30 poin (2,16%) ke level terendah baru dalam tiga bulan terakhir 5.814. Rentang pergerakan 5.804-5.943 dengan nilai transaksi Rp 5,95 triliun.
Penurunan tersebut sejalan dengan kejatuhan seluruh pasar saham Asia. Penurunan juga dipicu atas kejatuhan saham-saham big cap,seperti BYAN, BBCA, BRPT, BREN, TINS, TEBE, JARR, BYAN, hingga DSSA.
Baca Juga
Resmi Berganti Nama, Saham Fortune (FITT) Disebut Menuju Level Ini
Penurunan juga sejalan dengan pelemahan seluruh sektor saham, seperti sektor energi, material dasar, transfortasi, dan konsumer primer jatuh lebih dari 3%. Penurunan lebih dari 2% melanda saham industri, konsumer non primer, property, teknologi. Sedangkan saham keuangan dan kesehatan turun kurang dari 1%.
Meski IHSG terjerembab, beberapa saham ini justru berhasil catatkan kenaikan pesat, yaitu saham AKKU melesat 32,05% menjadi Rp 103, BSWD naik 25% menjadi Rp 4.500, TFCO naik 24,61% menjadi Rp 2.000, ALDO naik 24,60% menjadi Rp 1.950, dan PTSP naik 23,97% menjadi Rp 1.655.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup rebound tipis hanya 17,04 poin (0,29%) menjadi 5.943.Sebaliknya pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham jumbo Rp 1,13 triliun di seluruh pasar dengan penyumbang utama BYAN senilai Rp 1,12 triliun.
Penguatan didorong kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor industry naik 0,36%, sektor konsumer non primer naik 0,41%, sektor material dasar naik 0,05%, sektor teknologi menguat 2,76%, sektor proeprti naik 1,78%, sektor kesehatan naik 0,29%, sektor transportasi naik 0,22%, dan sektor keuangan menguat 0,06%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor energi 0,59%, sektor konsumer primer melemah 0,72%, dan sektor infrastruktur melemah 0,19%.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, enam saham berikut berhasil cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham TRON naik 34,67% menjadi Rp 101, SONA naik 25% menjadi Rp 3.450, BLTZ naik 24,93% menjadi Rp 4.210, BIKE menguat 24,92% menjadi Rp 4.160, PTSP naik 24,77% menjadi Rp 1.335, dan ARTA naik 24,65% menjadi Rp 2.680
