IHSG Dibuka Melemah Jatuh ke Bawah 5.900 Ikut Kejatuhan Pasar Saham Asia
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/10/2026), dibuka melemah 21,17 poin (0,36%) menjadi 5.914. Penurunan sejalan dengan pelemahan seluruh pasar saham Asia. Bahkan dalam seminit transaksi, kejatuhan IHSG telah mencapai 42 poin (0,65%) ke bawah 5.900, tepatnya 5.895.
Penurunan juga dipicu atas berlanjutnya pelemahan mayoritas sektor saham, seperti energi, material dasar, industry, dan konsumer primer. Sebaliknya kenaikan tipis melanda saham sektor keuangan, teknologi, infrastruktur, kesehatan, dan konsumer non primer.
Meski IHSG dibuka lanjutkan penurunan, sejumlah saham berikut catatkan penguatan, seperti saham ZONE naik 19,14% menjadi Rp 965, TFCO menguat 15,18% menjadi Rp 1.500, dan BIKE naik 16.10% menjadi Rp 3.130.
Baca Juga
Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal IHSG membentuk candle pattern black spinning top (bearish pattern), di bawah MA5, dan stochastic death cross. Hal ini memperkuat peluang berlanjutnya pelemahan IHSG har ini.
Laju IHSG juga akan dipengaruhi penutupan pasar saham Wall Street yang beragam cenderung melemah setelah terjadi lonjakan harga minyak dan penurunan saham teknologi. Adapun pasar saham Asia dibuka mayoritas melemah pagi ini, seperti Nikkei 225 turun -1.74% dan Kospi anjlok -4.10%.
Meski IHSG cenderung melemah, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.640, HMSP dengan target harga Rp 720, ENRG dengan target harga Rp 1.050, dan WIIM dengan target harga Rp 1.720.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok parah sebanyak 157,61 poin (2,59%) ke level 5.936,15. Namun pemodal asing justri mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar sebanyak Rp 128,28 miliar. Net buy terbanyak melanda saham GOTO senilai Rp 134,34 miliar.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Rekomendasi Beli 4 Saham, Ada MEDC hingga WIIM
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas tekanan jual saham-saham big cap, seperti DSSA jatuh 14,60% menjadi Rp 965, BREN jatuh 11,48% menjadi Rp 2.390, TPIA jatuh 10,15% menjadi Rp 1.505, BBCA jatuh 1,65% ke level terendah baru dalam tiga bulan terakhir Rp 5.950. Penuruan tajam juga melanda saham BYAN, MORA, SINI, JARR, TINS, hingga INDY.
Penurunan IHSG juga dipicu kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 5,88%, sektor industry melemah 5,20%, sektor infrastruktur melemah 4,72%, sektor transportasi melemah 3,44%, sektor material dasar turun 2,96%, sektor teknologi jatuh 2,88%, sektor konsumer primer melemah 2,23%, sektor property melemah 1,34%, sektor keuangan jatuh 0,98%, dan sektor konsumer non primer melemah 0,93%.
Meski IHSG ditutup turun signifikan, tiga saham berikut berhasil cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BIKE naik 24,77% menjadi Rp 2.670, TFCO cetak kenaikan 24,76% menjadi Rp 1.285, dan ZONE melesat 24,62% menjadi Rp 810.
