Tokocrypto Ungkap Tren Baru Kripto, Tak Lagi Sekadar Trading
Poin Penting
|
JAKARTA, invetsortrust.id - Industri aset kripto mulai bergerak melampaui aktivitas perdagangan dan spekulasi menuju pemanfaatan aset digital untuk kebutuhan keuangan yang lebih luas. Tren ini ditandai dengan meningkatnya penggunaan stablecoin, tokenisasi aset, serta integrasi kripto dengan keuangan tradisional.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengungkapkan, perkembangan tersebut menjadi tren global yang perlu dicermati Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan industri kripto ke depan tak cukup hanya diukur dari jumlah pengguna, tapi juga dari manfaat nyata yang diperoleh masyarakat.
“Fase pertumbuhan berikutnya tidak hanya soal bertambahnya jumlah pengguna, tetapi juga soal memberikan cara yang lebih bermakna dan praktis bagi pengguna untuk berpartisipasi,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (12/10/2026).
Baca Juga
Tokocrypto Catat Lonjakan Volume Transaksi 64 Kali Lipat pada Semester I 2026
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, jumlah konsumen kripto di Indonesia telah mencapai 23,21 juta akun pada Agustus 2026. Pada periode yang sama, nilai transaksi kripto tercatat Rp 21,16 triliun, meningkat 12,9% dibanding Juli 2026 yaitu Rp 20,52 triliun.
Calvin menilai, besarnya basis investor ritel menjadi salah satu kekuatan pasar kripto di Indonesia. Berbeda dengan Singapura yang lebih banyak didorong partisipasi institusi, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan dan adopsi masyarakat secara luas.
Ia memperkirakan, stablecoin akan menjadi salah satu inovasi yang lebih dahulu digunakan masyarakat karena praktis untuk perdagangan, penyelesaian transaksi, dan pemindahan nilai. Sementara itu, tokenisasi aset dunia nyata atau real world asset (RWA) berpotensi berkembang seiring dengan kesiapan regulasi dan infrastruktur. Salah satu contohnya adalah bStocks, produk sekuritas tertokenisasi di BNB Smart Chain yang didukung saham Amerika Serikat (AS) yang disimpan pada kustodian teregulasi.
Baca Juga
Lima Exchange Kripto Migrasi ke ICEX Group, Tokocrypto Terbaru
Produk tersebut, kata Calvin, memungkinkan pengguna yang memenuhi persyaratan memperoleh eksposur terhadap saham AS melalui teknologi blockchain dengan perdagangan selama 24 jam. Namun, bStocks tak memberikan kepemilikan langsung atas saham yang mendasarinya. Penerapannya di Indonesia juga bergantung pada ketentuan regulasi dan kesiapan pasar.
“Prioritas Tokocrypto adalah menyiapkan platform, kemitraan, dan edukasi pengguna agar inovasi-inovasi ini dapat diperkenalkan secara bertanggung jawab ketika pasar siap,” katanya.
Menurut dia, regulasi yang kelas dan kuat turut menentukan keberlanjutan industri karena dapat meningkatkan kepercayaan, melindungi konsumen, serta memberikan kepastian bagi inovasi. Memasuki akhir 2026 hingga 2027, Calvin memperkirakan perhatian industri akan beralih dari pertumbuhan jumlah pemilik kripto menuju peningkatan pemanfaatan aset digital. Partisipasi institusi, penggunaan yang lebih praktis, dan integrasi dengan keuangan tradisional diperkirakan menjadi pendorong perkembangan berikutnya.
“Tetaplah penasaran, terus belajar, dan utamakan keamanan. Tetaplah terbuka terhadap inovasi, tetapi tetap disiplin, karena masa depan kripto harus dibangun di atas inovasi yang memberikan nilai jangka panjang, bukan sekadar euforia pasar jangka pendek,” ucapnya.
