IHSG Ditutup Jatuh 1,88% Terseret Penurunan Signifikan Big Cap, Sebaliknya Saham ARII hingga MCAS Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/10/2026), ditutup jatuh sebanyak 115,44 poin (1,88%) menjadi 6.031. Rentang pergerakan 6.031-6.179 dengan nilai transaksi Rp 11,03 triliun.
Penurunan indeks ini sejalan dengan kejatuhan mayoritas pasar saham Asia disertai dengan berlanjutnya penurunan nilai tukar Rupiah. Penurunan juga dipicu atas kejatuhan hampir seluruh saham big cap, seperti saham emiten Prajogo Pangestu, saham 4 big bank, hingga AMMN, JARR, AADI, dan UNTR.
Baca Juga
Penurunan juga dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti energi turun 2,77%, sektor industry melemah 2,86%, sektor material dasar anjlok 2,04%, sektor infrastruktur turun 2,55%, sektor konsumer primer 2,09%, sektor keuangan 1,22%, sektor property 1,07%, sektor konsumer non primer turun 0,73%, sektor teknologi melemah 0,37%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor kesehatan 0,70% dan sektor transportasi 0,61%.
Meski IHSG ditutup anjlok sejumlah saham berikut masih berhasil torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham ARII naik 24,86% menjadi Rp 452, PEVE naik 24,85% menjadi Rp 412, SAFE naik 24,83% menjadi Rp 905, MCAS naik 24,56% menjadi Rp 284. Kenaikan juga melanda saham BLTA, BIKE, AKKU, dan SMMT.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok 46,21 poin (0,75%) menjadi 6.146. Rentang pergeraekan 6.136-6.214 dengan nilai transaksi Rp 8.50 triliun. Tekanan terbesar datang dari saham BYAN dengan penurunan 6,69%, UANG turun 13,19%, UNTR melemah 2,50%, MORA 2,23%, dan DSSA melemah 3%.
Baca Juga
Pelemahan juga dipicu kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi turun 1,56%, sektor material dasar turun 1,15%, sektor industry turun 1,11%, sektor konsumer primer turun 1,21%. Penurunan juga melanda saham sektor property 0,70%, sektor teknologi melemah 0,45%, sektor infrastruktur turun 0,85%, sektor transportasi turun 0,87%, sektor konsumer non primer melemah 0,37%, sektor keesehatan melemah 0,07%. Sebaliknya saham sektor keuangan naik tipis 0,02%.
Sebaliknya beberapa s aha mini justru catatkan lompatan harga, yaitu saham AKKU menguat 33,96% menjadi Rp 71, ASMI naik 33,33% menjadi Rp 44, PGLI naik 24,53% menjadi Rp 396, MPXL menguat 20,61% menjadi Rp 316, dan INCI melesat 20,59% menjadi Rp 1.025.
